Rabu, 12 Feb 2020 18:04 WIB

Banyak yang Cari 'Virus Corona Cina', Padahal Nama Resminya COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ganasnya virus corona menambah jumlah korban jiwa menjadi 1.113 orang di China pada Rabu (12/2). Berikut foto-foto ketatnya penanganan medis yang dilakukan. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam wabah virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Topik Hangat Penyakit Baru COVID-19
Jakarta -

Virus corona baru mewabah dan menewaskan lebih dari 1.000 orang di berbagai penjuru dunia. Karena bermula dari Wuhan, China, banyak yang penasaran dan mengetikkan 'virus corona Cina' di mesin pencari.

Sejak mewabah akhir tahun lalu, 'virus corona Cina' memang belum punya nama resmi. Baru-baru ini saja, organisasi kesehatan dunia WHO memberikan nama resmi untuk penyakitnya yakni COVID-19.

Nama tersebut diambil dari kata 'Coronavirus' dan 'Disease'. Sedangkan angka 19 berasal dari tahun saat virus ini teridentifikasi, yakni 2019.

Itu tadi nama resmi untuk penyakit yang ditimbulkan. Sedangkan untuk virus penyebabnya, Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan sebuah nama resmi yaitu SARS-CoV-2.

Sebelumnya, WHO menggunakan 'nama sementara' Novel Coronavirus atau disingkat 2019-nCoV. Novel artinya baru, dan memang digunakan untuk menandai virus baru yang belum diberi nama. Virus corona yang memicu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) juga sempat diberi nama 2012-nCoV.

Urusan penamaan virus dan penyakitnya memang penuh pertimbangan, tidak bisa sembarangan. MERS sendiri banyak menuai kritik karena mengandung nama lokasi yakni Middle East atau Timur Tengah. Penamaan seperti ini dihindari untuk mencegah stigmatisasi.

Nama penyakit yang juga menuai kritik adalah 'Swine Flu' atau flu babi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1. Penamaan tersebut memicu pembantaian ternak babi. Padahal, virusnya tidak ditularkan oleh babi, melainkan oleh manusia.

International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) telah menetapkan guideline penamaan virus dan penyakitnya. Salah satu ketentuannya adalah tidak boleh mengandung:

- Lokasi geografis
- Nama orang
- Nama binatang atau makanan tertentu
- Merujuk pada kultur atau industri tertentu.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) termasuk nama penyakit yang dinilai ideal. Pendek, tetapi cukup menjelaskan sifat-sifatnya.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Penyakit Baru COVID-19