Kamis, 13 Feb 2020 16:19 WIB

WN China Positif COVID-19 Usai dari Bali, Begini Analisis Data Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Untuk pertama kalinya, jumlah kematian per hari akibat wabah virus corona di China menembus angka 100 orang. Sedikitnya 108 orang meninggal dalam 24 jam pada Senin (10/2). Kemenkes angkat bicara soal kabar WN China terinfeksi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Seorang warga negara China dengan nama Jin terkonfirmasi positif virus corona COVID-19 oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit kota Huainan, China. Disebutkan bahwa sebelumnya pasien tersebut sempat berkunjung ke Indonesia pada tanggal 12 Januari melalui penerbangan Wuhan-Bali kembali ke negaranya pada tanggal 28 Januari.

Menanggapi, Kementerian Kesehatan menindaklanjuti dengan mengkonfirmasi pihak maskapai dan memang ditemukan adanya penumpang 2 bernama Jin di maskapai pertama yakni Lion Air dan 6 penumpang bernama Jin di maskapai Garuda Indonesia. Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI fokus menelusuri dua orang bernama Jin dari maskapai pertama atau kedatangan dari Lion Air.

Melihat perhitungan waktu, Kemenkes menyebut apabila seandainya pria tersebut baru terkonfirmasi positif tanggal 5 Februari, berarti sudah melewati masa inkubasi. Artinya semasa di Indonesia masih belum positif.

"Rata-rata di China itu positif di hari ke sepuluh. Artinya kalau hitung mundur sepuluh hari ketemu tanggal 27 atau 28 Januari. Itu sudah mepet waktu kepulangan," kata Sekjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Achmad Yurianto, kepada media melalui telepon kepada media, Kamis (13/2/2020).

Jika seandainya Jin positif COVID-19 di tanggal 27 Januari, yang saat itu masih berada di Bali, Kemenkes disebutkan sudah melakukan kajian analisa data sampai tanggal tersebut. Ada 14 spesimen yang diperiksa, 2 dari WNI dan 12 lainnya warga negara asing yang semua hasilnya negatif.

"Bukan hanya pada periode itu. Kita juga melihat influenza like illness ternyata angkanya segitu-segitu saja. Pneumonia jg sama. Seandainya 27 Januari masuknya virus, maka sepertinya situasi Bali tidak mendukung," pungkasnya.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)