Kamis, 13 Feb 2020 18:37 WIB

Peneliti Harvard: Kami Tak Menuduh Indonesia Menutupi Kasus Virus Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri)  menyemprotkan antiseptik pada warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Belum ada kasus virus corona terdeteksi di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Studi yang dilakukan salah satu peneliti Harvard University jadi perbincangan ketika memprediksi seharusnya Indonesia sudah memiliki kasus virus corona. Belakangan peneliti tersebut menegaskan tidak bermaksud menuduh pemerintah Indonesia menutupi kasus virus corona.

Ahli epidemiologi Profesor Marc Lipsitch menegaskan bahwa studinya hanya untuk menggambarkan apakah kasus yang dilaporkan sudah mewakilkan kondisi sebenarnya berdasarkan model statistik. Studi melihat data beberapa negara tidak hanya Indonesia.

Marc menyebut bahwa prediksinya juga bisa salah. Ia menegaskan ketika suatu negara diprediksi seharusnya sudah ada kasus virus corona namun ternyata belum dilaporkan, bukan berarti itu adalah sebuah penghinaan atau tuduhan.

"Kami tidak pernah bermaksud mengatakan bahwa Indonesia sedang menutup-nutupi sesuatu," kata Marc dalam wawancaranya dengan youtuber Nadhira Afifa.

"Menurut saya mungkin saja (tidak ada kasus). Karena semuanya itu mungkin walau kecil... Model penelitian ini juga tidak sepenuhnya sempurna jadi mungkin saja prediksinya tidak akurat 100 persen," lanjut Marc.

Bila seandainya nanti Indonesia menemukan kasus, Marc menyebut kemungkinan itu sudah bukan kasus impor lagi alias transmisi lokal.

"Kesimpulannya sekali lagi studi ini bermaksud membantu memberi sinyal hal yang harus diperhatikan. Kami dengan senang hati bila bisa membantu dengan cara lain," pungkas Marc.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)