Selasa, 18 Feb 2020 19:00 WIB

Kata Psikolog Soal Rehabilitasi bagi Pelaku Seks BDSM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Girl in bdsm with handcuffs and whip, free space for your text. Role-playing games. Pelaku BDSM perlu direhabilitasi? (Foto ilustrasi: mihakonceptcorn)
Jakarta -

Ramai diperbincangkan soal draf RUU Ketahanan Keluarga yang mengatur pelaku seks bondage, dominance, sadism, dan masochism (BDSM). Dalam RUU tersebut, dijelaskan bahwa pelaku BDSM wajib direhabilitasi.

Dalam draf RUU Ketahanan Keluarga yang dikutip detikcom pada Selasa (18/2/2020), Pasal 74, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib melaksanakan penanganan kerentanan keluarga. Penanganan yang dimaksud ialah upaya membantu dan mendukung keluarga agar memiliki kepentingan keluarga dalam menghadapi krisis keluarga.

Menanggapi hal ini, Diana Mayorita, psikolog klinis, dari Maragama Consulting menjelaskan perlu atau tidaknya rehabilitasi untuk pelaku seks BDSM perlu ditelaah lebih lanjut.

"Itu sudah mengganggu dia secara psikologis atau nggak, dan mengganggu orang lain atau nggak, dan setiap orang kan punya preference masing-masing ya, itu kan bagian dari hak seksual sebenarnya. Kalau saya penyimpangan ibarat penyimpangan eksibisionis kaya yang memamerkan alat kemaluan di depan umum, nah yang seperti itu kan merugikan orang kan, saya lebih setujunya yang seperti itu, terus kaya ibaratnya pelecehan-pelecehan seksual," katanya saat dihubungi detikcom.

"Jadi kalau misalnya BDSM sudah langsung dimasukkan BDSM oh ini direhab nih, BDSM yang mana dulu, jadi memang harus pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)