Jumat, 21 Feb 2020 15:18 WIB

Diamond Princess Jadi Episentrum Baru COVID-19, 74 ABK Segera Dijemput

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Proses karantina penumpang pesiar Diamond Princess di Jepang telah berakhir Rabu (19/2) lalu. Sejumlah penumpang yang negatif corona mulai tinggalkan Jepang. Karantina virus corona di kapal Diamond Princess (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Saat ini tercatat 634 orang terinfeksi virus corona COVID-19 di kapal pesiar Diamond Princess dari sekitar 3.000 orang yang dikarantina. Di antaranya, terdapat 74 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

Kementerian Kesehatan RI menyebut kapal pesiar Diamond Princess memerlukan perhatian khusus karena sudah menjadi episentrum baru dengan kasus kejadian seperti di Wuhan. Sehingga semua orang di dalam kapal mewah itu sudah sangat mungkin tertular.

"Kalau di Wuhan, kejadian konfirm sekitar 5 persen dari seluruh warga negaranya. Tapi di kapal, angkanya sudah 15 persen jadi harus lebih diawasi. Banyak yang menjadi PDP (pasien dalam pengawasan) bahkan di antaranya confirm," tutur Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, saat ditemui Jumat, (21/2/2020).

Saat ini Kemenkes tengah menunggu hasil pemeriksaan terhadap 74 WNI yang sehat. Kalau ada yang positif maka yang bersangkutan dipindahkan ke RS. Jika negatif, pemerintah Jepang memerintahkan supaya dijemput.

"Jepang tidak menyiapkan lokasi karantina di darat artinya hotel tidak menerima. Penerbangan komersial reguler juga tidak mau menerima," paparnya.

Saat ini semua ABK masih ditempatkan di dalam kapal pesiar Diamond Princess. Ada dua opsi penjemputan yang direncanakan, yakni melalui jalur laut menggunakan kapal rumah sakit dr Soeharso atau dengan pesawat.

"Mereka WNI kita dan harus dijemput. Mekanisme penjemputan memberikan kebaikan bagi yang bersangkutan dan semua masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)