Jumat, 21 Feb 2020 19:06 WIB

KRI Dr Soeharso Dilengkapi Kapsul 'Transporter', Ini Penampakannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso bersandar di Dermaga Madura, Komando Armada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). Pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi untuk menjemput 74 WNI yang menjadi kru Kapal Pesiar Diamond Princess di Jepang, dengan salah satu pilihannya menggunakan KRI dr Soeharso. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww. Kapsul 'transporter' yang ada di KRI Dr Soeharso siap dipakai untuk mengevakuasi bila ada kasus positif COVID-19 (Foto: Antara Foto/Didik Suhartono)
Jakarta -

KRI dr Soeharso disiapkan sebagai salah satu opsi evakuasi pemulangan 74 Anak Buah Kapal (ABK) WNI di Diamond Princess. Kapal ini sudah dilengkapi oleh kapsul evakuasi. Kapsul evakuasi ini disiapkan jika nantinya ada pasien yang terinfeksi COVID-19.

Dipaparkan Pasopsatgas Kol Laut (P) Tony Herdianto, kapsul evakuasi ini baru didapatkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. "Ini tambahan dari Kementerian Kesehatan yang bisa dioutputkan di KRI dr Soeharso," jelasnya, Kamis (20/2/2020).

Kapsul evakuasi ini merupakan alat khusus yang digunakan untuk memindahkan orang yang terinfeksi ke ruang isolasi. Pemakaian kapsul evakuasi dilakukan sebagai antisipasi guna menghindari penyebaran virus.

"Fasilitas isolated capsule transporter (kapsul evakuasi) merupakan alat untuk memindahkan personil (WNI) yang betul-betul diduga sudah terinfeksi ke ruang isolasi," jelas Pasopsatgas Kol Laut (P) Tony Herdianto, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu, ruang isolasi KRI dr Soeharso sudah disiapkan dengan kapasitas 40 orang. Ruang isolasi pun sudah menggunakan tekanan negatif.

"Ini kapal rumah sakit ya, yang punya kemampuan melakukan perawatan dan sebagainya, karena ini kan kapal yang dirancang untuk mengatasi penyakit apapun. Isolasinya ada, karantinanya juga ada, tekanan negatif juga ada," tegas Menkes Terawan Agus Putranto saat melakukan peninjauan ke KRI dr Soeharso, Kamis (20/2/2020).



Simak Video "Gejala Infeksi Corona COVID-19 Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)