Sabtu, 22 Feb 2020 20:30 WIB

Ada Layanan Cuddle Profesional, Memang Seberapa Butuh Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi pasangan berpelukan Seberapa perlu sih layanan cuddle itu? Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta -

Informasi terkait lowongan kerja sebagai profesional cuddler ramai di media sosial. Diawali mention dari perusahaan bernama Indocuddle yang didapatkan oleh Youtuber Eza Hazami.

Dalam hal ini, psikolog dari Personal Growth, Ratih Ibrahim memandang viralnya layanan ini karena ada orang-orang yang membutuhkannya. Bisa jadi, ada segmentasi atau pangsa pasarnya.

Namun, kedekatan atau keintiman seseorang secara fisik seperti pelukan itu tidak selalu dibutuhkan setiap orang.

"Kalau kebutuhan itu (keintiman fisik) relatif. Cuma, dalam hal ini (layanan cuddle) saya nggak bisa jawab baik atau tidaknya," ujarnya pada detikcom di kawasan Senayan, Sabtu (22/2).

Pelukan atau bisa disebut keintiman fisik ini tidak bisa dilakukan sembarang orang. Menurut Ratih, yang melakukan harus ada chemistry.

"Dan yang namanya pelukan itu kan harus ada chemistry, ada ketertarikan, dan ketulusan. Kalau itu kita mau lihatnya dari sisi negatif, ya bisa jadi negatif," jelas Ratih.

"Tapi, saya sih coba lihat dari positifnya saja,"imbuhnya.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)