Senin, 24 Feb 2020 15:38 WIB

Korsel Siaga Satu Virus Corona, Pemerintah Gratiskan Pemeriksaan Kesehatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Otoritas Jepang mengumumkan ada 41 orang lainnya yang dinyatakan positif virus corona di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina di Yokohama. Wabah cirus corona COVID-19 masih belum teratasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Korea Selatan telah menaikkan status kewaspadaan virus corona COVID-19 menjadi red alert atau siaga satu menyusul kasus penularan telah menyentuh angka lebih dari 700 orang dan 7 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Dengan situasi tersebut, Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, mengimbau WNI tetap tenang dan selalu mengikuti perkembangan dan bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19.

WNI yang sedang berada di Negara Ginseng tersebut diimbau memeriksakan diri jika menunjukkan gejala virus corona. Kedubes RI di Seoul juga menyatakan pemerintah Korsel tidak memungut biaya pemeriksaan.



"Pemeriksaan COVID-19 di Korsel GRATIS untuk semua orang. Bahkan, Pemerintah Korea Tidak Akan menghukum atau memulangkan WNA ilegal yang mengunjungi pusat layanan kesehatan umum untuk pemeriksaan COVID-19 atau dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan COVID-19," tulis imbauan KBRI Seoul di akun Twitternya dilihat detikcom, Senin (24/2/2020).

Sejauh ini, dikutip dari CNN, KBRI Seoul menyatakan tidak ada WNI di Korsel yang terinfeksi virus corona. Dengan naiknya status kewaspadaan di Korea Selatan, KBRI mengimbau seluruh warga negara Indonesia menunda rencana berkumpul dan menghindari tempat ramai.



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)