Selasa, 25 Feb 2020 16:09 WIB

Sarkopenia Intai di Usia Lanjut, Ini Cara Pencegahannya

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Lansia Foto: shutterstock
Jakarta -

Lanjut usia (Lansia) merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia akan mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental.

"Orang lanjut usia umumnya memiliki beberapa penyakit kronis atau menahun, gejala penyakitnya tidak khas, fungsi organ yang menurun, tingkat kemandirian berkurang, dan sering disertai masalah nutrisi. Karena alasan tersebut maka memerlukan perhatian khusus," ujar Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita kepada detikHealth, baru-baru ini.

Saat memasuki usia di atas 60 tahun biasanya orang mengalami penurunan fisik yang signifikan sehingga mereka cenderung tidak bisa bergerak leluasa layaknya saat masih muda. Salah satu masalahnya adalah mudah jatuh yang disebabkan adanya penurunan fungsi otot atau biasa disebut sarkopenia.

"Sarkopenia adalah suatu kondisi degenerasi otot seiring bertambahnya usia. Sarkopenia terjadi karena adanya bentrok antara sinyal anabolisme (pembentukan) dan katabolisme (penghancuran) sel otot. Akibatnya, ada lebih banyak sel otot yang dihancurkan daripada yang dibentuk baru," jelasnya.

Menurut dr Adeline, efek atau gejala sarkopenia sulit dikenali orang lain. Tetapi penderita sarkopenia biasanya mengalami kelemahan tubuh yang meningkat sering berjalannya waktu, berkurang kekuatan genggaman tangan, berkurangnya stamina, bergerak lebih lambat, kehilangan motivasi untuk bergerak, serta hilangnya berat badan tanpa sebab jelas.

"Seseorang yang terkena sarkopenia biasanya mengalami penurunan kekuatan yang mempengaruhi gaya dan keseimbangannya saat berjalan hingga rentan terjatuh, sehingga meningkatkan resiko terjadinya patah tulang. Tak hanya itu, orang tersebut juga sulit menaiki tangga dan mengangkat barang," ujar dr Adeline.

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan sarkopenia adalah kondisi yang umum terjadi di usia senja. Anda dapat kehilangan hingga 2% dari kekuatan otot tiap tahunnya setelah berusia 50 tahun per tahunnya.

Demi mencegah terjadinya sarkopenia, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti olahraga, terutama latihan ketahanan yang bertujuan untuk menguatkan otot sangat efektif untuk mencegah sarkopenia. Hal ini karena latihan ketahanan dapat mempengaruhi sistem neuromuskular, sintesis protein, dan hormon, yang ketiganya mempengaruhi massa dan kekuatan otot.

Selain itu, penuhi nutrisi khususnya protein karena merupakan zat untuk membangun dan memelihara massa otot. Asam amino yang ada pada protein merupakan senyawa yang dibutuhkan untuk merangsang sintesis protein dalam otot sehingga asupan protein yang cukup sangat dibutuhkan oleh para lansia untuk mempertahankan massa ototnya.

"Penelitian pun telah menunjukkan bahwa lansia membutuhkan asupan protein yang lebih banyak dibandingkan orang yang lebih muda. Asupan protein sebesar 1-1,2 gram per kg berat badan per hari merupakan asupan optimal untuk lansia," jelasnya.

Untuk meminimalisir proses degenerative khususnya untuk sendi dan tulang penuhi kebutuhan kalsium untuk memperkuat tulang sejak dini, menjaga postur tubuh agar tulang selalu dalam kondisi yang tepat, serta konsumsi makanan yang mengandung vitamin D untuk penyerapan kalsium. Selain itu, penuhi asupan tinggi protein untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta menambah massa otot, yang bisa Anda dapatkan dalam Susu Entrasol Senior. Entrasol Senior dengan kandungan tinggi protein 12gr/ saji serta rasa yang lebih enak sehingga bisa membuatmu tetap aktif saat bertambahnya usia.

(akn/ega)