Rabu, 26 Feb 2020 13:31 WIB

Virus Corona Meluas ke Seluruh Dunia Munculkan 'Wabah' Sinophobia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Turki evakuasi 132 warganya dari Iran usai virus corona menyebar di wilayah itu. Ratusan warga Turki yang berhasil dievakuasi akan dikarantina selama dua pekan. Virus corona munculkan kekhawatiran di seluruh dunia. (Foto: AP Photo/Burhan Ozbilici)
Jakarta -

Wabah virus corona baru atau COVID-19 di China yang meluas ke seluruh dunia telah memicu fenomena Sinophobia, atau ketakutan dan kepanikan yang dianggap "memalukan" di Italia, menurut anggota komunitas China Italia dan kelompok hak asasi manusia.

Mengutip Aljazeera, warga Italia melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan kepada wisatawan asal Tiongkok dan Asia akibat wabah COVID-19.

"Apa yang kamu lakukan di Italia? Pergi! Kamu membawakan kami penyakit," kenang seorang bocah lelaki Italia-Tiongkok, 15 tahun, sebelum dia dipukul dan ditendang di wajahnya di kota utara Bologna pada 2 Februari lalu.

Beberapa hari kemudian, di kota selatan Cagliari, seorang pria Filipina berusia 31 tahun yang dirawat di rumah sakit mengatakan kepada La Nuova Sardegna, sebuah surat kabar lokal, bahwa ia telah diserang oleh sekelompok pemuda yang mengira ia adalah orang China dan menuduhnya "membawa virus "ke Italia.

"Virus ini telah menjadi pembenaran untuk mengekspresikan prasangka dan kebencian. Itu tidak seburuk selama epidemi SARS 17 tahun yang lalu," katanya kepada AlJazeera, merujuk pada wabah sindrom pernapasan akut 2002-2003 yang parah, yang juga berasal dari Tiongkok.

Diskriminasi terhadap Tiongkok dan rakyat Tiongkok bukanlah hal baru. Fenomema Sinophobia sayangnya sudah ada selama berabad lalu namun dengan adanya wabah virus corona, maka hubungan dunia dengan China makin krisis dan kompleks.

Disebut "virus", misalnya, adalah hal yang umum, dan minoritas Asia secara fisik dijauhi atau telah menjadi sasaran omelan dan serangan rasis. Meskipun upaya China untuk menahan virus telah dipuji oleh banyak orang, termasuk WHO, yang lain telah mengambil kesempatan ini untuk mengutarakan prasangka mereka.

Banyak orang yang mengklaim bahwa virus tersebut 'dibuat di China' sebagai akibat dari pola makan eksotik atau kebersihan yang buruk. Lainnya menyebut penyakit tersebut sebagai 'virus Wuhan' yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa COVID-19 adalah buatan manusia daripada mikroba.

Saat ini banyak warga China di seluruh dunia merasa diabaikan dan 'ditolak'. Perlu diketahui bahwa sinophobia bukanlah solusi untuk mencegah wabah. Bersama-sama, kita semua harus bahu membahu dengan China untuk memerangi epidemi sebelum menjadi lebih buruk.



Simak Video "Peneliti Rilis Gambar Paru-paru Pasien Terinfeksi Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)