Rabu, 26 Feb 2020 15:35 WIB

188 ABK World Dream Diobservasi di Fasilitas Rehab Narkoba Pulau Sebaru

Firdaus Anwar - detikHealth
Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian ABK World Dream akan dievakuasi di Pulau Sebaru. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta -

Pemerintah memilih Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sebagai tempat untuk mengobservasi sekitar 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream. Hal ini dilakukan karena kapal pesiar tersebut untuk sementara berhenti operasi akibat wabah virus corona (COVID-19).

Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian mengatakan pihaknya sedang menyiapkan fasilitas observasi di Pulau Sebaru. Rencananya para WNI ABK akan ditempatkan di kamar-kamar yang dulu sempat dipakai untuk rehabilitasi pecandu narkoba.

"Saya ikut waktu ke Natuna. Dibandingkan dengan Natuna, Sebaru ini lebih bagus karena ini adalah rumah. Jadi ada kamar-kamar fasilitasnya sudah lengkap," kata Rustian usai melakukan survei ke Pulau Sebaru.

"Itu tempat rehabilitasi narkoba yang sekarang kosong. Sudah kosong. Bisa menampung sekitar 250 orang," lanjutnya saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/20/2020).

Dari segi prosedur observasi, Rustian menjelaskan tidak jauh berbeda saat pemerintah mengevakuasi WNI dari Wuhan di Natuna. Para ABK akan diobservasi selama 14 hari sambil ditemani tenaga profesional mulai dari dokter spesialis, ahli gizi, hingga psikolog.

Diperkirakan para WNI ABK akan tiba di Pulau Sebaru dengan menggunakan kapal rumah sakit KRI Soeharso pada Kamis (27/2/2020) sore.



Simak Video "Sebut WNI ABK World Dream 'Duta Imunitas Corona', Menkes Dicibir"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)