Sabtu, 29 Feb 2020 14:00 WIB

Ada di 50 Negara, WHO Naikkan Risiko Penyebaran COVID-19 ke Level Tertinggi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Banyaknya jumlah orang yang postif virus corona di Wuhan membuat sejumlah lokasi disulap jadi rumah sakit darurat. Yuk, lihat aktivitas para pasien di rs itu. Kewaspadaan seluruh dunia naik karena virus corona. (Foto: Chinatopix via AP Photo)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menaikkan risiko penyebaran virus corona COVID-19 di level tertinggi. Meski demikian PBB mengatakan masih ada kemungkinan pemutusan rantai penularan virus.

"Kita berada pada tingkat siaga tertinggi atau tingkat penilaian risiko tertinggi dalam hal penyebaran dan dalam dampak," kata Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adnahom, mengatakan peningkatan jumlah kasus yang terus-menerus dan jumlah negara yang terkena dampak selama beberapa hari terakhir jelas mengkhawatirkan.

"Ahli epidemiologi telah memantau perkembangan secara terus menerus dan kami sekarang telah meningkatkan penilaian terhadap risiko penyebaran dan risiko dampak COVID-19 hingga sangat tinggi di tingkat global," tuturnya dikutip dari United Nation.

Meskipun masih belum dianggap sebagai pandemi, sekitar selusin negara telah melaporkan kasus pertama virus ini selama beberapa hari terakhir. Lebih dari 50 negara kini telah melaporkan kasus coronavirus. Islandia, Nigeria, Meksiko, Selandia Baru, Belarus, dan Belanda semuanya melaporkan kasus pertama mereka.

Lebih dari 83.000 orang di seluruh dunia memiliki virus, meskipun sebagian besar kasus masih di China. Lebih dari 2.800 orang telah meninggal karena penyakit COVID-19.



Simak Video "WHO Laporkan Penambahan Kasus Tertinggi Sejak Wabah Corona Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)