Senin, 02 Mar 2020 05:50 WIB

Lagi-lagi Bikin Bingung: Suspek, Dicurigai, atau Dalam Pengawasan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Banyaknya istilah teknis kadang bikin bingung (Foto: Getty Images)
Topik Hangat Glosarium COVID-19
Jakarta -

Kegaduhan terjadi di media sosial baru-baru ini. Dikabarkan, 136 pasien Indonesia 'dalam pengawasan' terkait virus corona COVID-19 dengan proporsi terbanyak di DKI Jakarta.

Bikin kaget? Bisa jadi, karena informasi yang beredar tidak dilengkapi keterangan bahwa 'dalam pengawasan' tidak berarti positif. Tidak ada keterangan bahwa yang dimaksud 'dalam pengawasan' tidak lain adalah suspek atau suspect dalam bahasa awam.

Dalam beberapa kesempatan, istilah 'suspek' sepertinya memang dihindari. Direktur RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Susana Dewi, dalam satu kesempatan membantah kabar adanya pasien suspek virus corona tapi mengakui ada pasien yang 'dicurigai' virus corona.

"Jadi hoax kalau dibilang suspect virus corona. Masih kami observasi karena dicurigai gejalanya (virus corona). Kami juga akan mengirimkan sampel dahak (tenggorokan dan hidung) ke Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) untuk mengetahui positif atau tidaknya," tegasnya.

Belakangan, hasil tes memastikan pasien tersebut negatif virus corona. Kondisi pasien dikabarkan membaik, bahkan sudah dipulangkan.

Staf Humas RSPI Sulianti Saroso juga pernah menyampaikan keberatan terkait penggunaan istilah suspek. Istilah yang dianjurkan dan lebih tepat menurutnya adalah 'dalam pengawasan', walau artinya kurang lebih sama.

Menurut ahli penyakit tropis dan infeksi, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, pasien yang masuk isolasi dan menjalani serangkaian perawatan adalah suspek. Statusnya akan ditentukan positif atau negatif setelah pemeriksaan keluar.

"Itu cuma masalah bahasa saja. Jadi kalau dia menyatakan kalau ini dicurigai bukan berarti dia tidak suspek. Suspek itu kan artinya curiga, masalah bahasa yang digunakan saja tapi artinya sama, penanganannya juga sama," jelasnya, dalam sebuah wawancara dengan detikcom.

Yang pasti, hingga saat ini Kementerian Kesehatan RI mengklaim belum ada satupun pasien di Indonesia yang terkonfirmasi positif virus corona COVID-19. Seratusan lebih pasien 'dalam pengawasan' adalah akumulasi suspek yang pernah diperiksa, dan sejauh ini hasilnya negatif semua.

Percaya atau tidak, itu soal lain.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Glosarium COVID-19