Senin, 02 Mar 2020 10:24 WIB

Dinkes DKI Sebut 115 Orang Dipantau Terkait Corona, Ternyata Ini Maksudnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Lagi-lagi banyak istilah teknis seputar virus corona yang bikin bingung dan terkaget-kaget (Foto: Pradita Utama)
Topik Hangat Glosarium COVID-19
Jakarta -

Lagi-lagi kegaduhan muncul karena penggunaan istilah teknis terkait penanganan virus corona. Setelah sebelumnya heboh dengan 136 pasien 'dalam pengawasan' yang ternyata artinya tak lain adalah 'suspek', kini muncul lagi istilah 'dalam pemantauan'.

Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut ada 115 warga 'dalam pemantauan' terkait virus corona. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Dwi Oktavia, mengatakan 115 orang tersebut tidak dirawat di rumah sakit.

Istilah apa lagi sih ini?

Dikutip dari Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV), 'orang dalam pemantauan' didefinisikan sebagai:

Seseorang yang mengalami gejala demam/riwayat demam tanpa pneumonia yang memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit, dalam waktu 14 hari DAN TIDAK memiliki satu atau lebih riwayat paparan (Riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi 2019-nCoV; Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019-nCoV di China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit), memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit).

Dibandingkan orang 'dalam pengawasan' alias 'suspek', orang dalam pemantauan punya kesamaan:

1. Sama-sama mengalami demam atau riwayat demam
2. Sama-sama mengalami batuk/pilek/nyeri tenggorokan
3. Sama-sama memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala

Sedangkan perbedaannya adalah:

Orang 'dalam pengawasan' alias suspek memiliki:

1. Riwayat kontak erat dengan kasus terkonfirmasi 2019-nCoV, ATAU

2. Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019-nCoV di China atau wilayah/negara yang terjangkit, ATAU

3. Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi), ATAU

4. Memiliki demam (≥38 derajat C) atau ada riwayat demam, memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan ATAU kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan (ada hubungan epidemiologi).

Salah satu atau keempat hal di atas tidak dialami oleh 115 orang 'dalam pemantauan' seperti di DKI.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)
Topik Hangat Glosarium COVID-19