Rabu, 04 Mar 2020 17:31 WIB

Gegara Virus Corona, Ratusan Masker Bekas Cemari Pantai Hong Kong

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan terhadap sebuah pabrik alat kesehatan yang menimbun masker tanpa standar nasional Indonesia (SNI) di Cakung, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020). Sejumlah barang bukti dan pekerja diamankan. Banyak warga yang habis pakai masker, sampahnya dibuang sembarangan. (Foto: Iswahyudi)
Jakarta -

Dengan adanya kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia, masyarakat ramai-ramai menyetok hand sanitizer dan masker. Kekhawatiran akan tertular juga membuat banyak orang memakai masker saat keluar rumah meski sedang tidak sakit.

Tidak hanya di Indonesia, warga di seluruh dunia juga dibuat panik akan virus corona. Namun karena pemakaian masker yang berlebihan, sampahnya jadi menumpuk dan mencemari lingkungan.

Total hampir 70 jenis masker bekas ditemukan di pesisir pantai Hong Kong. Dikutip World of Buzz dari Sin Chew Daily, Gary Stokes, Direktur Operasi dari OceanAsia, LSM yang bergerak dibidang ketahanan laut, kepanikan masyarakat menjadi keprihatinan tersendiri karena banyak orang yang acuh dan membuang masker bekasnya sembarangan dan berdampak pada ekosistem laut.

"Bisa jadi beberapa masker sudah terinfeksi Covid-19 dan dibuang ke laut. Sangat membahayakan," ujarnya.

Hanya dalam enam minggu, sejumlah masker tersapu dan ditemukan di beberapa pantai di Hong Kong. Selain membahayakan kehidupan laut dan menyebabkan pencemaran lingkungan, jumlah sampah masker di Hong Kong dan Tiongkok sudah memenuhi kapasitas daur ulang sampah sehingga tertumpuk.

Daripada heboh pakai masker padahal tidak sedang sakit, lebih baik terapkan kebiasaan hidup bersih yakni mencuci tangan di air mengalir dan jaga imunitas tubuh dengan berolahraga dan makan buah.



Simak Video "WHO Perbarui Pedoman COVID-19 soal Penggunaan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)