Selasa, 10 Mar 2020 13:10 WIB

Ledakan Kasus Corona Terjadi di Italia, Iran, dan Korsel, Samakah Polanya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Indonesia dan Arab Saudi umumkan kasus pertama positif corona. Diketahui hingga kini COVID-19 telah menginfeksi nyaris 89 ribu orang di berbagai negara dunia. Pola ledakan kasus di Italia, Korea Selatan, dan Iran. Foto: AP Photo
Jakarta -

Jumlah kasus virus corona COVID-19 di Italia semakin meningkat. Hal ini mengantarkannya menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua setelah China.

Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropik infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, menyebut kemungkinan besar kasus di Italia sama seperti yang terjadi di Iran atau Korea Selatan. Tetapi, prosesnya masih harus dipelajari lebih lanjut.

"Kemungkinan besar prosesnya sama. Namun, detail prosesnya bagaimana ini yang masih terus dipelajari," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).

Saat disinggung tentang adanya kontak atau kasus COVID-19 yang belum terselesaikan, dr Susilo mengatakan saat ini dunia pun sedang mencari jawabannya. Hal ini tidak bisa disimpulkan secara langsung, karena kasus ini termasuk isu yang sensitif.

"Untuk ini (penyebabnya), dunia sedang mencari jawabannya melalui fakta-fakta yang ada, laporan kasus, dan studi epidemiologis," lanjutnya.

Menurut dr Susilo, dugaan yang masih erat karena adanya kontak antar orang yang belum tahu bahwa ia terinfeksi, kepada orang lainnya. Hal ini masih menjadi dugaan yang paling memungkinkan untuk virus corona ini menyebar di tengah populasi yang ada.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)