Kamis, 12 Mar 2020 05:30 WIB

WHO Tetapkan Virus Corona sebagai Pandemi, Ini Artinya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. WHO resmi menetapkan virus corona COVID-19 sebagai pandemi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Organisasi kesehatan dunia WHO resmi menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Dalam dua pekan terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus di luar China hingga 13 kali lipat dengan jumlah negara terdampak yang meningkat drastis.

"Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, pada konferensi pers, dikutip dari Time.

Pasti ada yang bertanya-tanya, apa itu pandemi dan apa bedanya dengan wabah maupun epidemi? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang pandemi.

Sebenarnya, apa itu pandemi?

Pandemi adalah persebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia, lebih tinggi levelnya dibanding epidemi. Sering disebut juga epidemi global.

Tunggu dulu, epidemi itu apa?

Epidemi merupakan situasi ketika penyakit menyebar dengan cepat di antara banyak orang dan dalam jumlah lebih banyak dibanding normal. Skalanya lebih rendah dibanding pandemi.

Apa yang berubah setelah COVID-19 ditetapkan jadi pandemi?

Dikutip dari The Guardian, WHO menekankan bahwa penggunaan istilah pandemi tidak berarti ada anjuran yang berubah. Negara-negara tetap didorong untuk mendeteksi, mengetes, merawat, mengisolasi, melacak, dan menggerakkan masyarakatnya.

"Perubahan istilah tidak mengubah apapun secara praktis mengingat beberapa pekan sebelumnya dunia telah diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi pandemi," kata Dr Nathalie MacDermott dari King's College London.

Kapan terakhir kali terjadi pandemi sebelumnya?

Pandemi terakhir yang pernah terjadi adalah pandemi H1N1 pada 2009, kala itu masih disebut flu babi meski penamaan tersebut banyak dikritik. Berlangsung sejak awal 2009 hingga akhir 2020, diyakini telah menginfeksi 700 juta hingga 1,4 miliar manusia atau 11-21 persen populasi dunia.

Kematian akibat penyakit yang bermula dari Meksiko ini ditaksir antara 150 ribu dan 575 ribu.

Sejarah kelam pandemi flu terjadi pada 1918, yakni saat terjadi pandemi flu spanyol. Seperti pada 2009, pandemi flu spanyol yang disebut-sebut sebagai pandemi paling mematikan juga melibatkan virus H1N1.

Sekitar 500 juta orang atau sekitar 27 persen populasi dunia terinfeksi, dengan angka kematian diperkirakan antara 40 juta hingga 50 juta kasus.



Simak Video "Tips Mengendalikan Asma di Masa New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)