Kamis, 12 Mar 2020 10:02 WIB

WHO Tetapkan Virus Corona Jadi Pandemi, Ini 8 Alasan untuk Tidak Perlu Panik

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Yunani melaporkan adanya kasus virus corona di negara itu. Sejumlah ruang publik di kawasan Yunani pun disemprot desinfektan guna cegah penyebaran COVID-19. Ini alasan untuk tidak panik menghadapi pandemi virus corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret resmi menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyakit ini tak hanya berdampak pada kesehatan saja, tetapi semua sektor.

"Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor," kata Tedros dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Time.

Perubahan status virus corona menjadi pandemi tidak serta merta harus memicu kepanikan. Berikut ini adalah 8 alasan untuk tidak panik di tengah pandemi COVID-19, seperti dikutip dari RTE.

1. COVID-19 telah diidentifikasi

Hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk mengidentifikasi genom virus corona jenis baru. Ini merupakan kemajuan yang pesat mengingat pada kasus Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) tahun 1981, butuh waktu dua tahun lebih untuk mengidentifikasi virus human immunodeficiency virus (HIV) penyebab penyakit ini.

2. COVID-19 telah bisa dideteksi

Sejak 13 Januari, tes untuk mendeteksi virus corona ini telah tersedia.

3. Kondisi China telah membaik

Kontrol yang kuat dan berbagai langkah isolasi yang tepat membuat China bisa menurunkan jumlah kasus infeksi COVID-19 setiap harinya. Hal ini membuktikan dengan penanganan yang tepat, virus corona bisa dikendalikan lebih mudah penyebarannya.

4. 81 Persen kasus ringan

Sebanyak 81 persen kasus virus corona menunjukkan gejala ringan, 14 persen menyebabkan pneumonia berat dan 5 persen lainnya berakibat kritis atau bahkan fatal.

Selanjutnya
Halaman
1 2