Kamis, 12 Mar 2020 13:39 WIB

WHO Tetapkan Pandemi Virus Corona, Apa Beda Endemi, Epidemi, dan Pandemi?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan. Petugas terus menyisir setiap sudut kota dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Desinfeksi virus corona COVID-19 di Italia (Foto: AP/Claudio Furlan)
Jakarta -

Setelah dua pekan terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus di luar China hingga 13 kali lipat dengan jumlah negara terdampak yang meningkat drastis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Walaupun WHO menekankan bahwa penggunaan istilah pandemi tidak berarti ada anjuran yang berubah dan negara tetap didorong untuk mendeteksi, mengetes, merawat, mengisolasi, melacak, dan menggerakkan masyarakatnya untuk mencegah virus corona.

"Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam konferensi pers.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa klasifikasi tingkat penyakit yang bergantung dari seberapa luas penyakit tersebut dan seberapa sering terjadi di dalam komunitas. Mulai dari endemi hingga pandemi, berikut penjelasannya dikutip dari CDC.

1. Endemi

Tingkat pertama keparahan penyakit disebut endemi. Endemi dikaitkan dengan jumlah penyakit yang ada di dalam suatu komunitas atau kehadiran konstan atau kejadian biasa pada penyakit tertentu di suatu wilayah.

2. Epidemi

Epidemi adalah peningkatkan mendadak dari jumlah kasus penyakit dari batas endemi di daerah tersebut. Epidemi juga terkait dengan penularan viru yang terbatas di satu lingkungan atau negara meski kadang penyakit menularnya menyebar dengan cepat ke banyak orang. Sebagai contoh, pada tahun 2003, epidemi sindrom pernapasan akut atau SARS yang parah merenggut nyawa hampir 800 orang di seluruh dunia.

Selanjutnya
Halaman
1 2