Rabu, 18 Mar 2020 13:19 WIB

Khawatir Peneliti Corona 'Dibajak' AS, Uni Eropa Bahas Langkah Pencegahan

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus corona: Kapan vaksin virus corona tersedia? Peneliti dunia berlomba menciptakan vaksin untuk virus corona. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Sebelumnya ramai kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan sejumlah uang untuk menarik para peneliti vaksin virus corona COVID-19 dari Jerman. Terkait hal tersebut, para pemimpin Uni Eropa dilaporkan akan melakukan pertemuan membahas langkah mencegahnya.

Salah satu diplomat mengaku ada beberapa perusahaan yang khawatir para penelitinya meninggalkan Eropa. Komisi Eropa pada hari Senin (16/3/2020) berjanji menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun untuk mendukung sektor riset vaksin virus corona.

"Para pimpinan akan berdiskusi apa yang bisa dilakukan terhadap upaya pembajakan oleh perusahaan AS di bidang penelitian ini," kata sang diplomat seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/3/2020).

Pemerintah Jerman menuduh Trump ingin memusatkan penelitian vaksin di AS. CureVac jadi salah satu perusahaan yang dirumorkan sedang didekati oleh AS.

Namun demikian investor utama CureVac, Dietmar Hopp, meyakinkan bahwa dirinya tidak akan mau menerima tawaran.

"Vaksin virus corona seharusnya dapat menolong tidak hanya satu daerah, tapi seluruh dunia dalam bentuk solidaritas," kata Dietmar.



Simak Video "Bos Lab Wuhan Tuntut Permintaan Maaf Trump soal Tudingan Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)