Rabu, 18 Mar 2020 14:00 WIB

Pria AS Ini Bagikan Pengalaman Jadi Partisipan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
AS mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona pada manusia. Dibutuhkan waktu hingga beberapa bulan ke depan hingga vaksin itu dapat tersedia untuk umum. Pria AS ini bagikan pengalamnya menjadi partisipan uji coba vaksin virus corona. (Foto: AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta -

Neal Browning merupakan salah satu dari 45 partisipan uji coba vaksin virus corona COVID-19 di Amerika Serikat (AS). Ia mengaku mengajukan diri menjadi peserta lantaran ingin membantu menyelamatkan dunia.

"Ini saya lakukan untuk seluruh dunia. Jika saya cukup sehat untuk bisa berkontribusi dalam penelitian dan kamu bisa menemukan vaksin dari virus ini lebih cepat dan daripada harus menunggu lama, kenapa tidak," ucap Browning seperti dikutip dari CNN.

Uji coba vaksin ini didanai oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, dan telah dilaksanakan pada Senin (16/3) kemarin. Rencananya penelitian ini akan berlangsung selama enam minggu.

Menurutnya ia diberitahu bahwa fase pertama percobaan ini bertujuan untuk memastikan vaksin itu aman dan merangsang sistem imun sesuai dengan yang diharapkan. Sebelum diberikan vaksin, Browning dan peserta lainnya harus melewati berbagai macam jenis tes kesehatan terlebih dahulu.

"Semua orang menjalani pemeriksaan fisik, pengambilan darah untuk memastikan bahwa semua orang yang berada dalam penelitian ini sehat. Setelah itu baru kamu diberikan vaksin," kata Browning.

Browning pun mengatakan dalam penelitian ini, para peneliti tidak menggunakan virus corona yang sebenarnya sebagai uji coba vaksin.

"Mereka menggunakan teknik baru yang pada dasarnya akan membuat sel-sel pada tubuh untuk membangun struktur protein yang menyerupai kulit luar dari virus corona yang sebenarnya," jelas Browning.

"Tubuh saya akan bereaksi terhadap itu, sistem imun saya akan bertahan dan mempelajari bagaimana cara virus corona itu menyerang," lanjutnya.

Setelah melalui berbagai macam tahapan uji coba vaksin virus corona fase pertama, Browning diminta untuk mencatat suhu tubuhnya dalam setiap hari dan apakah ada efek samping dari vaksin tersebut atau tidak. Kemudian seminggu sekali ia akan diambil darahnya untuk diteliti lebih lanjut.

"Kemudian kami akan diambil darahnya untuk dilihat dan dipastikan tubuh kami bereaksi seperti yang diharapkan atau tidak," kata Browning.

"Apakah menghasilkan antigen yang diharapkan dan memungkinkan untuk memerangi virus corona jika terkena virus itu," tuturnya.

Nantinya setelah sebulan vaksin pertama diberikan, ia diberitahu akan melakukan uji coba dosis kedua untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut dari penelitian ini.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)