Rabu, 18 Mar 2020 14:46 WIB

Viral Prediksi Lonjakan Kasus Corona RI, Ini Kata Penelitinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah. Viral prediksi lonjakan kasus di RI. (Foto ilustrasi: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Jakarta -

Baru-baru ini viral soal prediksi kasus corona Indonesia di media sosial. Dalam proyeksi tersebut menunjukkan kalau kasus corona di Indonesia sudah mencapai 3.000 kasus.

Penelitinya adalah Arridhana Ciptadi, Head of Machine Learning Platform di San Francisco. Kepada detikcom ia menjelaskan, awal mula membuat model tersebut berawal dari asumsi terkait kebijakan social distancing yang diterapkan di Indonesia tidak kuat.

"Tujuan saya menulis adalah untuk menunjukkan pentingnya social distancing. Karena kalau tidak, besar kemungkinan bahwa jumlah kasus akan bertumbuh sangat cepat (seperti yang dituliskan di website yang saya buat)," ungkapnya kepada detikcom melalui email pada Rabu (18/3/2020).

"Korea Selatan merupakan contoh negara yang telah bisa menghambat perkembangan virus ini dengan tes yang banyak dan juga social distancing," tambahnya.

Dari proyeksi yang ia buat, ia ingin menekankan bahwa kemungkinan besar jumlah kasus di Indonesia lebih banyak dari yang sudah terdeteksi.

Terkait berbagai studi yang memprediksi peningkatan kasus corona di Indonesia, Nurul Nadia, konsultan kesehatan masyarakat dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), mengatakan memang ada banyak cara untuk memperkirakan berapa kasus COVID-19 yang menyebar di Indonesia. Hanya saja, hingga kini data masih sangat sedikit sehingga permodelan tersebut juga punya kekurangan.


"Kuncinya harus ada datanya dulu yang cukup. Nah saat ini data kita masih sangat kurang jadi modelingnya pun sangat kasar dan memiliki kelemahannya masing-masing," katanya kepada detikcom, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, saat ini Indonesia sudah berada di level community transmission.

"Memperkirakan seberapa luas community transmission dan berapa kasus yang tersebar memang harus dilakukan skrining masif. Mengambil data dengan survey dan sampling berapa banyak masyarakat yang ternyata punya gejala COVID-19 dan berapa di antara mereka yang memiliki gejala ringan dan (positif) COVID-19," jelasnya.

"Bisa dilakukan dan menjadi perkiraan proyeksi jumlahCOVID-19 di masyarakat saat ini,"pungkasnya.



Simak Video "Status Pandemi Dicabut WHO Bila Covid-19 di Sejumlah Benua Terkendali"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)