Jumat, 20 Mar 2020 05:30 WIB

Benarkah Obat Virus Corona Sudah Ditemukan? Ini Faktanya

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi obat Ilustrasi obat virus corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Seiring mewabahnya virus corona COVID-19, sering beredar informasi soal sudah ditemukannya obat virus corona. Beberapa contoh yang diperbincangkan mulai dari jambu biji hingga ramuan jamu jahe, kunyit, dan temulawak.

Kabar serupa juga kerap datang dari luar negeri. Peneliti Iran menyebut obat actemra bisa kurangi keparahan gejala virus corona, sementara China dilaporkan menggunakan obat favipiravir, remdisivir, hingga klorokuin.

Benarkah obat virus corona sudah ditemukan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat virus corona. Apa yang sering dilaporkan adalah hasil dari penelitian awal yang masih harus dibuktikan lebih jauh.

Untuk itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Rabu (18/3/2020) mengumumkan proyek program internasional bernama SOLIDARITY. Negara yang ikut serta dalam program akan saling berkoordinasi untuk mengembangkan obat virus corona.

"Banyaknya hasil penelitian awal dengan metode berbeda mungkin tak bisa memberi gambaran jelas dan bukti kuat yang kami butuhkan untuk menentukan terapi terbaik. WHO beserta mitra sedang berusaha mengelola studi di banyak negara, membandingkan terapi yang belum teruji ini," tulis WHO lewat Twitter dan dikutip pada Kamis (19/3/2020).

"Studi internasional besar ini dirancang untuk menghasilkan data kuat yang kami butuhkan untuk melihat terapi mana yang paling efektif," lanjut WHO.

Angka infeksi virus yang disebut berasal dari Wuhan, China, ini sudah dikonfirmasi mencapai 218 ribu kasus di seluruh dunia. Ada sekitar 8.800 yang meninggal dan 84 ribu sembuh.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)