Sabtu, 21 Mar 2020 09:24 WIB

Sajadah Masjid Berisiko Tularkan Corona? Ini Kata Dekan FKUI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sajadah Virus corona bisa saja menempel di sajadah. (Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance)
Jakarta -

Munculnya kasus virus corona COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat waspada. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu soal penularan melalui sajadah. Banyak imbauan di beberapa mesjid untuk akhirnya membawa sajadah sendiri demi mencegah corona.

Menanggapi hal ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menjelaskan terkait kemungkinan penularan melalui sajadah masjid.

"Sejadah masjid bisa menularkan saya rasa kembali lagi bahwa virus ini kan memang bisa bertahan relatif lebih lama satu hari dua hari jika udaranya dingin, dan akhirnya tergantung lah ini posisi sajadahnya ini adanya di mana begitu ya," jelasnya dalam konferensi pers daring FKUI Peduli COVID-19 pada Jumat (20/3/2020).

"Kalau memang itu dipakai memang dibersinkan orang pas bersin di sajadah tersebut, jadi memang nempel sajadah tersebut, (bisa terjadi penularan) jadi memang ini adalah salah satu hal kita menyetujui adanya aturan untuk membawa sajadah sendiri," lanjutnya.

Prof Ari juga menjelaskan virus akan mati di suhu 30 derajat selama 1 jam. Namun, jika udaranya dingin virus bertahan lebih lama contohnya seperti di negara Italia.

"Tapi kalau panas tadi 30 derajat minimal, tapi kalau udaranya dingin nah itu kita harus tentukan lagi. Apalagi kalau 0 derajat ya, seperti beberapa negara Italia segala macam, suhu mereka itu 2 derajat 3 derajat sehingga virusnya bisa bertahan lama di permukaan-permukaan ersebut jadi dia menular," pungkasnya.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)