Senin, 23 Mar 2020 13:49 WIB

Kehilangan Indra Perasa dan Peciuman Bisa Jadi Gejala Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Saat seseorang terinfeksi virus corona COVID-19 biasanya akan menunjukkan berbagai gejala, di antaranya batuk, flu, sesak napas, dan demam. Namun, para dokter dari British Association of Otorhinolaryngology, THT di Inggris, mengatakan ada gejala lain yang bisa menunjukkan seseorang terinfeksi virus corona meskipun tidak demam dan batuk.

"Kami mengidentifikasi adanya gejala baru yang mungkin terjadi pada orang yang terinfeksi virus, yaitu kehilangan indra penciuman dan perasa," tulis para dokter tersebut yang dikutip dari The Sun.

Konsultan ahli THT dan ahli bedah kepala dan leher, Profesor Nirmal Kumar, mengatakan titik masuk utama virus ini adalah melalui hidung. Hidung merupakan titik masuk utama untuk pernapasan manusia.

Ia mengatakan dua pasiennya yang sedang dirawat menggunakan alat bantu ventilator. Tapi, keduanya tidak mengalami gejala virus yang signifikan, seperti batuk dan demam.

"Mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam. Tapi, mereka hanya kehilangan indra penciuman dan perasa. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tinggal di hidung," jelasnya.

Menanggapi hal ini, para dokter dari British Association of Otorhinolaryngology menyarankan agar tetap berada di rumah. Mereka mengingatkan, jika mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa, sebaiknya harus mengisolasi diri untuk mengurangi penyebaran virus corona tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini juga menyarankan, untuk orang-orang yang menunjukkan gejala seperti demam, sesak napas, dan batuk yang terjadi terus menerus untuk mengisolasi diri semalam 7-14 hari. Hal ini dilakukan setelah hari pertama orang itu menunjukkan gejalanya.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)