Selasa, 24 Mar 2020 13:26 WIB

Pandemi Corona 'Ganggu' Penanganan TBC, Ahli Sarankan RS Dipisah

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Batuk Pengobatan TB terganggu saat hadapi pandemi corona. (Foto Ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Tuberkulosis (TBC atau TB) di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan per tanggal 1 Mei 2019 ditemukan sebanyak 845 ribu kasus dan perkiraan 32 persen yang belum ditemukan. Belum selesai TBC, Indonesia pun harus berhadapan dengan pandemi corona.

Komite Ahli TB Indonesia, dr Pandu Riono, MPH, PhD, pun mengatakan pengobatan TBC jadi terganggu. Ia mengimbau jangan sampai layanan hanya fokus pada penanganan corona saja, semua layanan harus menjadi prioritas.

"Untuk pengobatan TB itu terganggu, fokus perhatiannya terpecah jadi bisa saja layanan TB yang sedang kita lakukan ini terhambat. Banyak juga teman-teman yang dokter paru di rumah sakit seharusnya bisa menangani TB terpaksa harus mengalah," jelasnya di Teleconference Kementerian Kesehatan terkait peringatan hari TBC sedunia pada Selasa (24/3/2020).

"Dengan demikian ini yang harus kita atasi karena sebenarnya semua layanan ini harus mendapat prioritas," lanjutnya.

Menurutnya, rumah sakit untuk penanganan corona lebih baik terpisah dengan kasus penyakit lain termasuk TB. Hal ini demi memastikan layanan pengobatan pengidap TB tak terbengkalai.

"Sebisa mungkin layanan dibedakan, mana corona dengan yang tidak. RS yang menangani corona dipisahkan dengan RS lain. Karena pasien TB juga butuh perhatian dan pengobatan. Diatur strateginya supaya layanan TB jangan terbengkalai," tutupnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)