Selasa, 24 Mar 2020 17:29 WIB

Waspada, Virus Corona Bisa Tingkatkan Risiko pada Pengidap TBC

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Batuk Waspada virus corona bisa tingkatkan risiko pada pengidap TB. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Pengidap tuberkulosis di dunia masih sangat tinggi. Data yang disampaikan Kementerian Kesehatan per tanggal 1 Mei 2019, ditemukan sebanyak 842 ribu kasus dan perkiraan 32 persen yang belum ditemukan. Komite Ahli TB Indonesia, dr Pandu Riono, MPH, PhD, pun menjelaskan pengidap TB yang terkena corona dampaknya bisa sangat serius.

"Orang yang sudah agak tua (lansia), orang dengan diabetes, hipertensi, asma, tuberkulosis adalah orang yang berisiko tinggi (terkena dampak virus corona)," katanya dalam teleconference terkait Hari Tuberkulosis Sedunia pada, Selasa (24/3/2020).

"Memang kalau orang dengan TB dan sedang dalam pengobatan, itu tidak boleh putus pengobatannya walaupun mendapat COVID-19," lanjutnya.

Meski begitu, menurutnya penanganan tuberkulosis bisa bantu menemukan kasus corona, begitu juga sebaliknya. Hal ini karena keduanya sama-sama melakukan contact tracing dalam penanganan kasus penyakit tersebut.

"Nah ini juga kita bisa manfaatkan temuan-temuan yang terjadi kan kita juga melakukan contact tracing, yang satu corona, yang satu lagi TB, apakah dugaannya ini tuberkulosis, sama-sama bahu membahu untuk memperkuat contact tracing apapun baik TB juga dengan corona," pungkasnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)