Kamis, 26 Mar 2020 12:05 WIB

Isolasi Diri Selama Dua Hari, Pria Ini Ditemukan Meninggal karena Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Seorang pria berusia 47 tahun ditemukan meninggal karena virus corona COVID-19 di flatnya yang berada di Wrexham, Wales Utara. Pria yang diketahui bernama Tim Galley ini meninggal saat mengisolasi dirinya setelah sakit pada hari Minggu lalu.

Pasangannya yang bernama Donna Curhbert (46) mengatakan, saat Tim melakukan isolasi, dirinya sudah tidak mendapatkan kabar atau pesan lagi. Menurut Donna, Tim mulai mengalami demam dan sedikit gatal pada tenggorokannya.

"Saya tidak bisa menjenguknya karena mengikuti saran pemerintah untuk mengasingkan diri. Tentu saya khawatir, saat itu dia demam dan saya cemas kalau itu bisa jadi kerena virus corona," jelasnya.

"Tapi, dia ingin melindungiku dan mencegahku untuk mengunjunginya," lanjut Donna.

Dikutip dari Daily Star, saat keadaan Tim semakin memburuk, Donna menyarankannya untuk memanggil ambulans dan tim medis. Tapi, Tim mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan merasa kondisinya sehat waktu itu.

Namun, pada Selasa, Donna semakin khawatir karena Tim tidak mengangkat telepon darinya. Akhirnya Donna meminta tetangga Tim untuk melihat keadaan pasangannya itu. Tapi, naas saat ditemukan tubuh Tim sudah tergeletak di atas tempat tidurnya dalam keadaan tidak bernyawa.

"Petugas medis mulai berdatangan dengan pakaian pelindung diri. Dan kemudian, tubuhnya dibawa dari rumahnya menuju rumah sakit," ujar Donna.

Donna mengatakan, Tim sudah melakukan tindakan pencegahan yang dianjurkan. Tapi, virus itu tetap saja bisa mengambil nyawanya. Tim meninggal dan meninggalkan tiga anaknya.



Simak Video "Percepat Target Vaksin COVID-19, WHO: Butuh Dana Rp 449 T"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)