Kamis, 26 Mar 2020 15:17 WIB

90 Persen Kasus Corona Impor di Singapura Tak Terdeteksi Thermal Scanner

Ayunda Septiani - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sembilan dari 10 kasus COVID-19 yang terinfeksi virus corona di Singapura tidak menunjukkan gejala seperti, demam saat mereka melewati pos pemeriksaan perbatasan.

Akibatnya, mereka yang tidak menunjukkan gejala keesokannya terdeteksi, kata Kementerian Kesehatan Singapura. Dijelaskan, 90 persen dari kasus yang dilaporkan di Singapura terungkap saat mereka menemui dokter di rumah sakit atau klinik dokter.

"Mereka tidak menunjukkan gejala ketika di pos pemeriksaan," tambahnya, dikutip dari Straits Times.

Traveller yang datang ke Singapura pun harus melewati thermal scanner, yang bertujuan untuk membantu mengidentifikasi mereka yang demam. Jika mereka memiliki gejala pernapasan atau lainnya maka akan diminta untuk melakukan tes swab COVID-19.

Sementara itu, di Singapura memiliki 119 kasus secara keseluruhan dalam tiga hari, dengan 87 di antaranya merupakan imported cases, data dari Kementerian Kesehatan,saat dikutip dari Straits Times.

Ada kekhawatiran yang meningkat, bahwa orang dengan virus corona bisa saja tidak menunjukkan gejala, seperti demam, batuk kering dan sesak napas. South China Morning Post melaporkan, pada hari Minggu (22/3/2020), bahwa sebanyak sepertiga dari orang yang dites positif tidak menunjukkan ada gejala sama sekali.

Pemerintah pun juga memperketat perbatasan guna membantu menghentikan penyebaran virus corona, traveller yang memasuki Singapura, terlepas dari mana mereka berasal, telah diberi pemberitahuan untuk tinggal di rumah selama 14 hari. Itu diwajibkan bahkan bagi mereka yang sehat.

Kementerian juga mengatakan tindakan pencegahan lainnya adalah, bagi mereka yang melakukan kontak fisik dengan kasus yang terkonfirmasi saat melakukan penerbangan. Mereka akan diwajibkan melakukan karantina.

Langkah-langkah pengendalian lainnya adalah, di daerah perbatasan akan diintensifkan pada Senin (23/3), dalam upaya lebih lanjut untuk mengurangi risiko imported case virus corona. Dan semua pengunjung baik itu turis maupun melakukan transit akan dilarang.



Simak Video "Geser China, AS Jadi Pusat Pandemi Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)