Rabu, 01 Apr 2020 07:01 WIB

Anggota DPRD Medan Ingin Telan Corona, Adakah Efeknya Bagi Pencernaan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
fakta seputar buang air besar Jejak material genetik virus corona COVID-19 ditemukan juga di feses atau kotoran manusia (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Virus corona COVID-19 merupakan infeksi pernapasan, penularan utamanya melalui droplet atau percikan dahak saat batuk atau bersin. Jika tertelan, apakah ada efeknya bagi sistem pencernaan?

Adalah seorang anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, yang hendak menelan virus corona. Ia mengatakan hal itu karena gusar dengan protokol pemakaman jenazah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.

"Mana Corona itu biar ku telan. Aku wakil rakyat, kalian tembak aja aku biar mati, tembak aku sekarang, Bang. Jadi panik kalian buat, terlalu berlebihan kalian aparat ini," ujar Edi.

Menelan virus corona artinya memasukkan virus tersebut ke sistem pencernaan, sementara infeksi virus ini utamanya terjadi di sistem pernapasan. Meski begitu, bukan berarti tidak ada kemungkinan infeksi.

Berbagai penelitian tengah dilakukan terkait pengaruh SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19, bagi sistem pencernaan. Sebuah penelitian mengungkap, keluhan terkait pencernaan seperti diare ditemukan pada 48,5 persen dari 204 pasien corona yang diperiksa.

Riset yang dipublikasikan di American Journal of Gastroenterology ini menyimpulkan bahwa gangguan pencernaan bisa menjadi gejala awal infeksi virus corona. Temuan ini diharapkan mempercepat penanganan sebelum pasien mengalami keluhan pernapasan.

Penelitian lain di Wuhan Institute of Virology of the Chinese Academy juga menemukan kaitan COVID-19 dengan sistem pencernaan. Para peneliti menemukan material genetik virus dalam feses atau kotoran manusia, menyiratkan bahwa penularan juga bisa terjadi secara fecal-oral alias melalui pencernaan.



Simak Video "WHO Minta Tiap Negara Transparan soal Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)