Rabu, 01 Apr 2020 10:37 WIB

Untuk Darurat, Masker Kain Bisa Menahan Droplet Hingga 70 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rute KRL Jakarta-Bogor jadi perhatian usai Gubernur Jakarta Anies Baswedan akui jalur itu riskan corona. Meski begitu KRL rute itu masih ramai digunakan warga. Masker kain jadi pilihan di tengah kelangkaan masker bedah (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Masker merupakan salah satu cara melindungi diri dari partikel droplet penyebab penularan virus corona. Namun saat ini, dengan kelangkaan masker bedah, banyak masyarakat yang memilih alternatif menggunakan masker kain.

Spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP, mengatakan masker kain bisa dipakai oleh masyarakat yang sehat untuk digunakan di tempat dan fasilitas umum. Meski demikian, diimbau untuk tetap menjaga jarak aman 1-2 meter.

"Karena, masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel, dan tidak disarankan bagi tenaga medis dengan alasan 40-90 persen partikel masih bisa menembus masker kain," jelas dr Erlina dalam konferensi pers dalam jaringan di BNPB, Rabu (1/4/2020).

Perlindungan masker kain terhadap droplet ada, tetapi tidak pada aerosol ataupun partikel airborne. Jadi untuk batuk atau bersin pada pemakai kalau yang dropletnya besar, masker kain masih bisa menangkalnya. Tapi untuk droplet yang lebih kecil, masker kain masih bisa tembus.

"Efektivitas filtrasinya pada partikel dengan ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen tersaring atau dicegah. Tentu saja karena masker kain tetap ada kebocoran dan keuntungannya masker ini dapat dipakai berulang tapi perlu dicuci," tambahnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Davies et al di Inggris menyebutkan bahwa masker kain buatan rumah memiliki efektivitas untuk menyaring partikel berukuran 0,06-1 mikron sebesar 71 persen sementara untuk partikel berukuran besar yakni 79 persen. Masih jauh lebih baik daripada tidak menggunakan masker sama sekali.



Simak Video "Kelebihan dari Menggunakan Kombinasi Masker Medis dan Kain"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)