Minggu, 03 Mei 2020 15:12 WIB

Viral Tes Tiup Api Pakai Masker Scuba, Tak Padam Berarti Aman?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tes tiup untuk menguji masker kain scuba Tes tiup untuk menguji masker kain scuba. Foto: viral
Jakarta -

Maraknya penjualan masker scuba dibarengi dengan keraguan tentang efektivitasnya menyaring partikel dan virus Corona. Sebuah metode tes untuk mengujinya, yakni dengan meniup api, viral di media sosial.

"Masker yang baik itu adalah masker yang ketika ada api, ditiup, api dinyalakan di depan masker, terus kita tiup, itu apinya kalau tidak padam berarti bagus," kata seorang netizen dalam salah satu video yang viral.

Dari berbagai video serupa yang beredar, ada masker scuba yang 'lolos' tes tiup. Api tidak padam ketika ditiup dengan mulut ditutup masker, yang artinya pori-porinya dianggap cukup rapat. Ada juga yang tidak lolos, yakni ketika api langsung padam ketika ditiup dengan masker terpasang menutupi mulut.

Masker scuba merupakan sebutan untuk masker kain berbahan neophrene atau polychloroprene. Menurut dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, kemampuan proteksi masker kain semacam ini memang terbatas.

"Tingkat keamanan tetap di bawah masker standar bedah maupun N95," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2020).

Masker kain scuba.Masker kain scuba. Foto: Uyung/detikHealth

Sebuah riset di jurnal Disaster Med Public Health Preparedness menyebut, bahan terbaik untuk menyaring partikel berukuran 0,02 mikron adalah bahan yang dipakai pada masker bedah. Kemampuan proteksi bahan lain, berturut-turut adalah sebagai berikut:

  1. Masker bedah: 89 persen
  2. Filter vacuum cleaner: 86 persen
  3. Kain lap: 73 persen
  4. Bahan cotton blend: 70 persen
  5. Sarung bantal antimikroba: 68 persen
  6. Linen: 62 persen
  7. Sarung bantal biasa: 57 persen
  8. Sutra: 54 persen
  9. Katun: 51 persen
  10. Syal: 49 persen
Perbandingan bahan untuk masker kain.Perbandingan bahan untuk masker kain. Foto: dr Erlina Burhan, SpP

Lalu apakah masker scuba aman digunakan? Sebenarnya dalam kondisi kelangkaan masker beberapa waktu lalu, masker kain bisa-bisa saja dipakai meski memang tidak tidak seefektif penggunaan jenis masker bedah apalagi N95. Tentunya dengan catatan harus sering-sering dicuci, dan tidak dipakai lebih dari 4 jam.

"Masker kain lebih baik dibandingkan tidak menggunakan masker sama sekali," kata dokter paru dari RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP, dalam konferensi pers beberapa waktu silam.

Selain itu, harus pula memperhatikan anjuran-anjuran pencegahan virus Corona lainnya. Termasuk di antaranya, menjaga jarak aman atau physical distancing 1-2 meter dan sering-sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Asal tetap mematuhi anjuran tersebut, maka masker scuba sekalipun boleh-boleh saja digunakan.

"Nggak masalah asal jarak tetap jaga," kata dr Frans.



Simak Video "Nggak Usah Beli, Bikin Masker Kain Mandiri Cuma 1 Menit "
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)