Kamis, 02 Apr 2020 07:09 WIB

Viral Perawat di Bogor Tengah Diinfus, Kelelahan Tangani Wabah Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
viral perawat diinfus Cahyadi Anugrah, perawat yang diinfus saat kelelahan bertugas (Foto: tangkapan layar)
Jakarta -

Satu persatu tenaga kesehatan di garda depan penanganan virus corona COVID-19 di Indonesia, bertumbangan. Kelelahan dan jatuh sakit, bahkan ada yang meninggal dunia. Wabah virus corona belum juga berakhir dan selalu ada penambahan kasus di setiap harinya.

Berulang kali pemerintah mengimbau pentingnya 'jaga jarak' untuk menekan penyebaran virus corona. Namun, sebagian orang terlihat menyepelekan hal tersebut.

Baru baru ini, di media sosial tengah viral foto seorang pria yang diketahui adalah perawat di salah satu rumah sakit Kabupaten Bogor. Dalam foto yang beredar, pria bernama Cahyadi Anugrah, terlihat dalam kondisi lelah dan tengah memandangi infus di tangannya.

Seolah meluapkan curahan hatinya tentang wabah corona yang tak kunjung usai, ia menyelipkan pesan singkat di balik postingan tersebut.

"Please #dirumahaja gw dan tim udah mulai didoping, sekian," begitu cuitan Cahyadi di akun twitter-nya, dikutip pada Rabu (1/4/2020).




Doping yang dimaksud tentu saja bukan obat terlarang yang sering disalahgunakan atlet profesional untuk mendongkrak performa. Ia sedang mendapat asupan multivitamin untuk membuat imunnya kuat saat menghadapi pandemi virus corona yang belum juga mereda. Bagaimana tidak, pekerjaannya termasuk salah satu yang paling berisiko di situasi seperti ini.

Aku wis (sudah) disumpah Mbak... Baik secara profesi, atau abdi negara. Dan ini kemanusiaan lho, orangtua dan istriku lebih ikhlas kalau harus pergi dengan keadaan berjuang di jalan kebaikanCahyadi Anugrah - Perawat

Dalam satu hari kurang lebih sebanyak delapan orang berstatus PDP harus ia dampingi di ruang isolasi. Artinya, setiap hari pula ia melakukan kontak dekat dengan begitu banyak orang berstatus PDP.

"Cukup kita yang diinfus biar pada kuat berperang. Jangan ngeyel, nanti bobonya pakai kelambu bening gitu. Mau? #DiRumahAjaYa," pintanya.

Sudah pasti bukan 'social distancing' dari orang berstatus PDP (Pasien dalam Pengawasan) atau ODP (Orang dalam Pemantauan) yang ia lakukan. Sebaliknya, ia malah harus menjaga jarak dengan keluarga terutama anaknya.

"Gw takut kalo dia fulltime sama gw dan istri, gw takut jadi carrier virus, karena transmisi gw atau istri. Karena anak kecil belom faham physical distancing," lanjutnya di postingan lain.

Apakah dia mengeluh dengan pekerjaannya saat ini? Saat dihubungi detikcom, Cahyadi dengan tegas menyatakan ikhlas menjalani semua ini sebagai bagian dari risiko pekerjaan.

"Aku wis (sudah) disumpah Mbak... Baik secara profesi, atau abdi negara. Dan ini kemanusiaan lho, orangtua dan istriku lebih ikhlas kalau harus pergi dengan keadaan berjuang di jalan kebaikan," sahutnya.

Sehat-sehat, ya Mas.. Semangat!



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)