Kamis, 02 Apr 2020 18:30 WIB

Presiden Filipina Tegaskan Pelanggar Aturan Lockdown Diancam Tembak Mati

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
FILE PHOTO: President Rodrigo Duterte speaks after his arrival, from a visit in Israel and Jordan at Davao International airport in Davao City in southern Philippines, September 8, 2018. REUTERS/Lean Daval Jr./File Photo Presiden Filipina keluarkan statement kontroversial bagi pelanggar lockdown. (Foto: REUTERS/Lean Daval Jr./File Photo)
Jakarta -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berikan peringatan keras selama kebijakan lockdown berlangsung. Ia tak segan-segan akan memberikan hukuman berupa tembak mati bagi para pembuat onar dan pelanggar di negaranya.

Hingga saat ini, Filipina mencatat 96 kematian akibat COVID-19 dari 2.311 kasus yang dilaporkan positif dan terus bertambah setiap harinya.

Dikutip dari Asia One, Duterte mengatakan saat ini adalah waktunya untuk bekerja sama dan mengikuti langkah-langkah karantina di rumah. Sementara para pihak yang berwenang berusaha untuk memperlambat penularan dan membuat sistem kesehatan negara agar tidak rapuh dan kewalahan.

Peringatan ini muncul setelah adanya laporan tentang kerusuhan yang terjadi pada hari Rabu (1/4/2020) di kawasan kumuh di Manila, yang memprotes bantuan pangan dari pemerintah.

"Ini semakin buruk. Jadi sekali lagi saya beritahu Anda betapa seriusnya masalah ini dan Anda harus mendengarkan. Perintahku kepada polisi dan militer, jika ada masalah dan mereka melawan dan membahayakan nyawamu, tembak mati mereka," tegas Duterte.

"Apakah itu dipahami? Mati. Daripada menyebabkan masalah, aku akan menguburmu," pungkasnya.



Simak Video "Lockdown Berakhir, China Kini Hadapi Gelombang Kedua Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)