Minggu, 05 Apr 2020 20:01 WIB

Gugus Tugas COVID-19: Cairan Disinfektan Tak Boleh Disemprotkan ke Tubuh

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Upaya pencegahan penyebaran virus corona terus digalakkan sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Istana Kepresidenan hingga ruang publik begini foto-fotonya. Gugus tugas COVID-19 tegaskan semprot disinfektan tak boleh ke tubuh. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Penyemprotan langsung cairan disinfektan dinilai ampuh untuk tangkal virus corona COVID-19. Namun selain di permukaan benda mati, beberapa tempat membuat bilik disinfektan di mana cairan disinfektan ini langsung disemprot ke tubuh.

Menanggapi hal ini, penanganan percepatan COVID-19, Wiku Adisasmito, ingatkan masyarakat hanya boleh menyemprot disinfektan untuk benda atau barang saja. Hal ini juga tertulis dalam surat edar Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) yang tak menganjurkan penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh, termasuk bilik disinfektan.

"Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia," katanya pada konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Ia juga menjelaskan penggunaan disinfektan ini sebagai langkah pencegahan kedua selain mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Alih-alih langsung disemprotkan ke tubuh, disinfektan lebih baik digunakan saat mencuci baju.

Sehingga baju yang dipakai usai bepergian dari rumah bisa dikatakan aman dari virus corona COVID-19. Tak hanya itu, dibandingkan menyediakan bilik disinfektan, pemerintah daerah diimbau untuk memperbanyak wastafel portabel karena mencuci tangan lebih efektif untuk mencegah virus corona COVID-19.

"Kita ada baiknya dengan swadaya masyarakat untuk membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di area publik yang dapat diakses di tempat umum, di tempat transportasi umum, supermarket, tempat belanja, dan sebagainya," ujar Wiku.



Simak Video "Dokter Paru: Bilik Disinfektan Bikin Batuk dan Sesak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)