Senin, 06 Apr 2020 14:31 WIB

Dokter Sebut Pakai Sarung Tangan Saat Belanja Malah Berisiko Terinfeksi Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
belanja Dokter sebut belanja pakai sarung tangan malah tingkatakan risiko terinfeksi. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Seorang dokter di layanan kesehatan Inggris (NHS) tidak menyarankan masyarakat untuk menggunakan sarung tangan saat sedang berbelanja. Alasannya karena penggunaan sarung tangan tersebut malah membuat seseorang berisiko terinfeksi virus corona COVID-19.

dr Karan Rangarajan, ahli bedah di NHS menyayangkan banyak masyarakat yang memakai sarung tangan di tempat umum khususnya saat berbelanja. Alih-alih mencegah terinfeksi virus corona COVID-19, menurutnya beberapa hal di balik memakai sarung tangan malah akan meningkatkan risiko seseorang terinfeksi.

Menurutnya, kuman akan menumpuk di sarung tangan yang dipakai karena menyentuh benda yang kemungkinan sudah terkontaminasi. Secara tak sadar, kuman bisa saja berpindah saat tak sengaja menyentuh wajah.

"Anda punya sarung tangan, Anda ada di supermarket, Anda menyentuh barang-barang yang ada kuman," katanya dalam akun TikTok, dikutip dari Metro pada Senin (6/5/2020).

"Anda terus menyentuh lebih banyak barang sepanjang hari yang sama dengan sarung tangan yang sama ini, kuman di mana-mana. Anda mengumpulkan kuman. Sarung tangan Anda sekarang lebih penuh dengan kuman. Anda mungkin tanpa sengaja menyentuh wajah Anda, memindahkan kuman ke diri Anda sendiri dan ketika Anda mengganti sarung tangan, Anda mungkin benar-benar menyentuh sarung tangan itu sendiri, dan risiko terinfeksi lebih besar," lanjutnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dibandingkan harus menggunakan sarung tangan. Hal tersebut dinilai lebih efektif.

"Cuci saja tanganmu, masuk akal, tetap aman," tutupnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)