Senin, 06 Apr 2020 15:15 WIB

Jumlah Dokter-Perawat yang Meninggal akibat Corona di Berbagai Negara

Ayunda Septiani - detikHealth
Ambulances carrying patients infected with the novel coronavirus arrive at a hospital in Daegu, South Korea, Sunday, Feb. 23, 2020. South Koreas president has put the country on its highest alert for infectious diseases and says officials should take Virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Lebih dari 100 pekerja kesehatan di seluruh dunia meninggal pada masa wabah virus corona. Termasuk di China, Inggris, Spanyol, Perancis, Italia dan Indonesia.

Berdasarkan data dari International Council of Nurses, Howard Catton selaku pejabat pimpinan eksekutif mengatakan bahwa sebanyak sembilan sampai 14 persen kasus infeksi menerpa tim medis di Italia dan Spanyol.

"Terdapat juga kematian di antara para perawat di Italia dan Spanyol, juga di Iran dan Indonesia, beberapa dari mereka bahkan bunuh diri," ujar Catton.

Dia mengakui adanya kasus infeksi virus corona di kalangan tenaga medis karena kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) yang secara umum sudah banyak berkurang.

"Namun, para perawat adalah pejuang di garda depan, mereka pahlawan dan mereka harus dilindungi." pungkasnya.

Dikutip dari Newsweek, berikut ini data angka kematian tenaga medis hingga April 2020.

  • Italia, sedikitnya 66 orang.
  • China, sedikitnya 13 orang.
  • Inggris, sedikitnya 5 orang.
  • Perancis, sedikitnya 5 orang.
  • Spanyol, sedikitnya 5 orang.
  • Iran, sedikitnya 3 orang.
  • AS, 1 orang.
  • Yunani, 1 orang.
  • Polandia, 1 orang.
  • Pakistan, 1 orang.

1. Amerika Serikat (AS)

Dr Frank Gabrin (60) seorang dokter ruang gawat darurat yang merawat pasien dengan gejala virus corona, meninggal pada Selasa (31/3/2020), setelah menunjukkan gejala yang sama dan berusaha untuk pulih di rumah.

Berdasarkan keterangan temannya kepada New York Post, Dr Gabrin dilaporkan menggunakan masker bedah yang sama selama seminggu karena kekurangan peralatan sebelum dia meninggal.

"Dia adalah seorang dokter yang luar biasa. Dia suka merawat orang. Dia seorang malaikat," kata Arnold Vargas, suami Gabrin kepada New York Post.

2. China

Sebanyak 13 dokter dan perawat yang terinfeksi dilaporkan telah meninggal pada bulan lalu seperti dilaporkan oleh South China Morning Post. Berdasarkan laporan Komisi Kesehatan Nasional China, sekitar 3.300 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona di China.

Salah satu cerita dokter tewas di negara itu adalah Li Wenliang. Dokter yang berusia 34 tahun, meninggal pada Februari. Dia termasuk orang pertama yang berbagi informasi tentang virus COVID-19 sebelum wabah itu merebak di seluruh negeri.

Pada Desember 2019, Dr Li Wenliang memperingatkan teman-teman di sekolah kedokterannya dalam grup daring tentang beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit di Wuhan yang gejalanya mirip Sars. Namun pihak kepolisian China malah memaksa Li untuk berjanji tidak melakukan pengungkapan lebih lanjut terkait penyakit tersebut.

3. Italia

Sebanyak 66 dokter di Italia meninggal akibat virus corona pada awal pekan ini. Angka tersebut dilaporkan oleh National Federation of Orders of Surgeon dan Dokter Gigi Italia. Sementara itu, hampir 9.000 petugas kesehatan di Italia telah terinfeksi berdasarkan catatan National Institute of Health Italia.

Di antara angka kematian baru, termasuk wafatnya Roberto Mileti. Seorang dokter kandungan dari Roma, Guido Riva. Dan dokter umum dari Bergamo di Lombardy dan Gaetana Trimarchi, seorang dokter umum dari Messina.

Ketiganya meninggal pada hari yang sama. Sekitar sepertiga dari petugas medis yang meninggal dilaporkan berprofesi sebagai dokter, termasuk empat di Bergamo dan empat lainnya di Lodi, sebuah kota dekat Bergamo.

Dua dokter dilaporkan telah bekerja di panti jompo. Sebagian besar dokter yang meninggal berusia 60 hingga 70 tahun, sementara satu orang berusia 90 tahun. Dokter yang tewas ini juga merupakan pakar, ahli paru, ahli anestesi, ahli epidemiologi, dokter spesialis mata, pemeriksa medis dan dokter gigi, termasuk yang berusia 49 tahun dan yang lain berusia 55 tahun.

4. Inggris

Pada Maret, Inggris mencatat tiga orang dokter yang tewas akibat infeksi virus corona. Pertama, Adil El Tayar seorang spesialis transplantasi organ berusia 63 tahun, menjadi ahli bedah pertama dari National Health Service (NHS) negara itu yang meninggal akibat virus minggu lalu. Dia meninggal di Rumah Sakit Universitas Middlesex Barat di London.

Dia dilaporkan telah bekerja di seluruh dunia tetapi menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya dengan sukarela di departemen A&E di wilayah Midlands Inggris.

Kedua, Amged El-Hawrani, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan berusia 55 tahun di Queen's Hospital Burton di Derbyshire di East Midlands Inggris. Dia juga meninggal karena virus corona di Leicester Royal Infirmary.

Ketiga, pada awal pekan ini, seorang pensiunan dokter NHS, dr Alfa Saadu 68 tahun dari Nigeria yang pindah ke UK ketika berusia 12 tahun, dilaporkan telah meninggal setelah terinfeksi. Dia sakit selama dua minggu.

Areema Nasreen, seorang perawat berusia 36 tahun meninggal karena virus corona setelah mendapatkan ventilator di Rumah Sakit Walsall Manor di mana dia bekerja di unit medis akut.

"Dia adalah anggota tim medis yang sangat, sangat, dihormati dan dihargai di unit medis akut dan mereka benar-benar putus asa. Dedikasi terhadap perannya dan popularitasnya di antara rekan-rekan kerjanya jelas terlihat dengan banyaknya kesedihan yang tercurah," kata Richard Beeken, ketua eksekutif dari Walsall Healthcare NHS Trust di wilayah West Midlands Inggris.

5. Prancis

Di Prancis, lima dokter dinyatakan meninggal akibat virus corona berdasarkan laporan the Local. Korban pertama adalah seorang dokter darurat berusia 68 tahun dari Compiegne di departemen Oise di Perancis timur.

Dua dokter lain, seorang dokter kandungan berusia 66 tahun dan seorang dokter umum berusia 60 tahun, juga dilaporkan meninggal setelah terinfeksi bulan lalu.

Pemerintah Perancis mengkonfirmasi kematian mereka dan menerangkan kalau keduanya bekerja di departemen Haut Rhin dan Moselle di Perancis timur.

Dan dokter berusia 70 tahun juga meninggal di sebuah rumah sakit di Colmar di Perancis timur, sementara seorang dokter berumur 68 tahun meninggal di komune Trevenans di timur laut Perancis.

6. Indonesia

Selama pandemi virus corona COVID-19, para petugas kesehatan berada di garis depan memberikan perawatan pada pasien. Sebagian dari mereka sampai harus mempertaruhkan nyawa.

Mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien berasal dari beragam profesi, mulai dari dokter, perawat, sampai petugas kebersihan. Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) banyak disorot karena menempatkan para pejuang di garis depan ini dalam risiko tinggi untuk tertular.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mencatat sedikitnya 5 anggotanya gugur selama pandemi virus corona COVID-19.

"Ada yang sudah keluar hasilnya, ada yang belum. Tapi posisinya masih PDP," kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Pusat, drg Ahmad Syaukani.

Sebelumnya, tercatat 17 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal dunia. Sebagian dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, sebagian lagi berstatus PDP. Selain itu juga ada sekurangnya 6 perawat meninggal dunia selama pandemi.



Simak Video "Ikatan Dokter Anak Sarankan Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)