Selasa, 07 Apr 2020 10:37 WIB

Kemenkes: Seluruh Puskesmas di Indonesia Bisa Screening Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Ratusan warga mengikuti rapid tes di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (31/3). Kebanyakan dari mereka adalah warga yang mendaftar melalui Pikobar. Puskesmas jadi garda terdepan untuk screening kasus corona. (Foto ilustrasi: Whisnu Pradana)
Jakarta -

Direktur Jenderal Layanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bambang Wibowo mengatakan screening kasus infeksi virus corona COVID-19 bisa dilakukan di puskesmas. Ia menyebut seluruh puskesmas di Indonesia sudah menerima pelatihan untuk itu.

"Metode screening yang dilakukan adalah penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus COVID positif," kata Bambang dalam konferensi pers yang disiarkan oleh BNPB, Selasa (7/4/2020).

Warga yang ingin melakukan screening corona nantinya akan diwawancara oleh para petugas di puskesmas. Bila petugas menilai ada risiko, maka langkah selanjutnya adalah pengambilan sampel darah untuk rapid test atau swab cairan tenggorokan serta hidung untuk PCR.

"Setelah nanti ada hasilnya maka akan diberikan informasi apakah hasil bapak ibu semuanya positif atau negatif," ungkap Bambang.

"Seluruh puskesmas di seluruh Indonesia sudah dilakukan pelatihan yang dilakukan melalui online dan sudah melaksanakan aktivitasnya dengan baik," lanjutnya.

Data terakhir pada Senin (6/4/2020) mencatat ada 2.491 pasien di Indonesia yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah tersebut 192 orang dinyatakan sembuh sementara 209 lainnya meninggal dunia.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)