Minggu, 12 Apr 2020 08:30 WIB

Terpopuler: Viral Surat Terbuka Sebut AC Tingkatkan Risiko Corona, Ini Faktanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Young Beautiful Woman Opening Air Conditioner At Home Viral AC disebut tingkatkan infeksi corona. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sempat viral di media sosial, sebuah surat terbuka yang menyebut air conditioner (AC) dapat memudahkan penularan virus Corona COVID-19 di dalam ruangan. Dalam surat tersebut, Prof dr Madarina Julia, Sp A (K), MPH, Ph, D, dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyampaikan usulannya terkait saran untuk mengurangi penggunaan AC di tempat-tempat umum.

Saat dikonfirmasi, Prof Madarina membenarkan pernyataan tersebut. Namun menurutnya pernyataan yang kemudian menjadi viral seolah melayangkan 'surat terbuka' ini keliru, karena awalnya itu hanya ditunjukkan kepada Deputi Menko Kesra, Prof Agus Sartono.

"Itu awalnya hanya obrolan biasa dengan Prof Agus, bukan surat terbuka ya. Saya juga tanya beliau kenapa bisa jadi ramai, mungkin karena beliau share di grup WhatsAppnya, ini hanya usulan pribadi saja, dan saya bukan bagian dari MMR ya," ungkapnya kepada detikcom Rabu (8/4/2020).

Lantas benarkah AC bisa meningkatkan risiko infeksi virus Corona?

Pakar Epidemiologi Penyakit Infeksi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr dr Hari Kusnanto Josef mengatakan hingga saat ini belum ada studi terkait AC bisa meningkatkan risiko penularan virus Corona COVID-19. Meski begitu pada beberapa studi lain mengungkapkan bahwa virus ini akan lebih mudah menular di lingkungan bersuhu dingin dan kering, dibandingkan jika berada di suhu panas dan kelembaban tinggi.

"Secara teoritis kemungkinan bisa, tetapi sampai sekarang belum ada penelitian terkait penularan COVID-19 dari penggunaan AC," katanya dalam keterang tertulis yang dikirim Humas UGM, Kamis (9/4/2020).

Menurutnya penelitian terkait penggunaan AC dengan penularan virus Corona baru dilakukan pada penyakit SARS. Hasilnya memang menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap penggunaan AC dengan penularan SARS.

"Kalau SARS sudah ada penelitiannya, ada penularan dari AC namun jarang sekali kejadiannya. Saat itu di Hotel Metro Hongkong," ujarnya.

Meski hingga kini belum ada studi terkait AC dan penyebaran virus Corona COVID-19, Prof Hari mengatakan bahwa ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.

"Di ruang tertutup dengan sirkulasi minim berisiko besar menyebarkan virus, terlebih ruang sempit dan AC hidup terus. Karenanya, diusahakan jendela-jendela dibuka sehingga ada pergantian udara, tidak hanya muter terus udaranya," jelasnya.

Tak hanya itu, Prof Hari juga menuturkan bahwa virus Corona tidak akan bisa bertahan hidup lama di udara. Karena rata-rata virus hanya bisa bertahan 30 menit di udara, tidak seperti di permukaan benda yang mampu bertahan selama berhari-hari.

"Jadi pakai AC di rumah itu tidak masalah. Tidak usah khawatir selama tidak ada keluarga yang positif ataupun melakukan kontak dengan yang terinfeksi COVID-19," kata Hari.



Simak Video "Cara Melihat Pohon Penyebaran Kasus Virus Corona di Sekitar Kita"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)