ADVERTISEMENT

Senin, 13 Apr 2020 15:05 WIB

Apa Itu Reaktivasi Virus? Hal yang Kemungkinan Terjadi pada Pasien Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China Pasien virus corona yang sembuh kembali terdeteksi positif. (Foto: iStock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menginvestigasi laporan beberapa pasien Corona yang dinyatakan sembuh bisa kembali terdeteksi positif. Direktur Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC), Jeong Eun-kyeong, mengatakan bahwa kemungkinan yang terjadi adalah virus mengalami 'reaktivasi'.

"Karena COVID-19 ini penyakit baru, kami membutuhkan lebih banyak data epidemiologi untuk bisa mengambil kesimpulan terkait sifat penyebaran virus," ungkap WHO seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/3/2020).

Para peneliti dalam jurnal Future Virology 2011 mendeskripsikan reaktivasi sebagai proses saat virus yang 'tidur' menjadi aktif dan kembali berkembang di dalam tubuh. Hal ini yang biasanya mengakibatkan infeksi tampak bertahan lama.

"Infeksi virus bisa memiliki fase laten, yaitu saat virus diam tidak bereplikasi," tulis peneliti.

"Reaktivasi dapat dipicu oleh kombinasi rangsangan eksternal dan atau internal dari sel. Memahami mekanisme ini sangat penting dalam mengembangkan terapi untuk melawan virus dan penyakit-penyakit lainnya," lanjut peneliti.

Salah satu virus yang dikenal bisa mengalami reaktivasi adalah varicella-zoster. Virus ini bisa menyebabkan penyakit cacar air pada anak-anak dan penyakit cacar ular bila kembali aktif pada orang dewasa.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT