Selasa, 14 Apr 2020 15:48 WIB

WHO Sebut Tak Ada Bukti Pasien 'Kebal' Corona, Infeksi Kedua Bisa Terjadi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
RSHS Bandung melakukan simulasi penanganan pasien suspect corona, Jumat (6/3/2020). Simulasi itu untuk menunjukkan kesiapan RSHS dalam menangani pasien suspect corona. Belum ada bukti pasien sembuh corona bisa kebal COVID-19. (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak semua orang yang pulih dari virus Corona mengembangkan antibodi untuk melawan infeksi kedua. Sehingga tak ada bukti semua pasien yang sembuh dari COVID-19 jadi kebal.

"Sehubungan dengan pemulihan dan kemungkinan reinfeksi, saya yakin kami tidak memiliki jawaban untuk itu. Masih tidak diketahui," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan, di konferensi pers Jenewa, dikutip dari CNBC.

Sementara itu, Dr Maria Van Kerkhove, ilmuwan utama WHO, mengatakan studi di Shanghai menemukan bahwa ada sebagian besar pasien yang memiliki antibodi dan lainnya tidak terdeteksi. Masih ada kemungkinan reinfeksi setelah sembuh pada beberapa pasien.

Meski sudah lebih dari 300 ribu pasien sembuh dari 1,8 juta yang terinfeksi, WHO menambahkan bahwa perlu lebih banyak data dari pasien yang pulih untuk memahami respons antibodi mereka. Apakah kesembuhan memberi kekebalan atau tidak.

"Ada banyak alasan mengapa bisa terjadi reaktivasi infeksi. Secara umum, ada banyak situasi infeksi virus di mana seseorang tidak bisa menghilangkannya seluruhnya dari dalam tubuh," jelas Ryan.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut bahwa mereka tengah menembangkan tes untuk mendeteksi keberadaan antibodi virus Corona. Tujuannya untuk menentukan apakah seseorang bisa kebal pada penyakit itu. Meski demikian, tes semacam itu tidak bisa mengidentifikasi dengan jelas siapa pasien yang akan kebal dan tidak.



Simak Video "Pesan Satgas Soal Viral Penggunaan Obat Ivermectin untuk COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)