Kamis, 16 Apr 2020 18:01 WIB

Seputar Rapid Test Covid: Cara Kerja hingga Harga Jualnya

Puti Yasmin - detikHealth
Petugas medis memperlihatkan sampel darah jurnalis saat Rapid Test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/4/2020). Rapid test yang diikuti 40 wartawan dari sejumlah media tersebut untuk pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 di kalangan wartawan di Kota Makassar. Rapid Test Covid/Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya mencegah penyebaran virus corona, salah satunya dengan melakukan rapid test covid. Pemeriksaan ini harapannya bisa memutus rantai penyebaran sehingga pasien yang positif bisa mengisolasi diri.

Saat ini, alat rapid test covid masih didatangkan pemerintah dari luar negeri. Jumlahnya yang terbatas, hanya boleh digunakan pada orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP) dan tenaga medis.

Fakta-Fakta Rapid Tes Covid:

1. Pengertian

Rapid tes covid adalah metode awal mendeteksi virus corona dalam tubuh. Pengecekannya dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien dan melihat adakah antibodi lgM dan lgG.

Adapun, lgM dan lgG adalah antibodi yang diproduksi saat tubuh terpapar virus corona. Sehingga ketika hasil tes menunjukkan positif pasien harus melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk swab cairan di saluran pernapasan.

Tes PCR harus dilakukan guna memastikan betul pasien terinfeksi virus corona atau bukan. Sebab, bisa jadi antibodi lgM dan lgG pada tubuh muncul terhadap virus lain dalam tubuh.

2. Cara Kerja

Untuk pengecekannya, petugas medis akan mengambil darah pada ujung jari pasien. Kemudian, darah akan diteteskan ke dalam alat rapid tes bersama cairan penanda antibodi.

Hasil rapid tes memakan waktu antara 10-15 menit. Ada tiga keterangan pada alat, yakni C, lgG, dan lgM. Bila pasien positif, akan muncul garis pada keterangan C dan lgG atau lgM. Sedangkan garis yang muncul pada keterang C artinya pasien negatif.

Setelah mengetahui hasil tes, pasien positif harus melakukan swab dan isolasi mandiri selama 14 hari. Begitu pula dengan pasien negatif juga harus melakukan isolasi di rumah selama 14 hari.

Pemeriksaan ini harus dilakukan kembali pada pasien negatif dalam rentang waktu 7-10 hari setelah rapid tes pertama. Pasalnya, pembentukan antibodi lgG dan lgM memerlukan waktu hingga beberapa minggu setelah tubuh terpapar virus corona.

3. Marak Dijual Online

Alat rapid tes sekarang telah banyak dijual secara online. Hanya saja, belum diketahui kualitasnya apakah memenuhi standar atau tidak. Dilihat detikcom, harga rapid test dijual dari harga Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah per boksnya.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Prof Amin Soebandrio sendiri tidak menyarankan pemeriksaan rapid test covid dilakukan secara mandiri. Melainkan harus dengan prosedur dari petugas kesehatan.

"Sebaiknya yang melakukan itu (rapid test covid) adalah petugas kesehatan karena mereka akan mencatat orang ini tinggalnya di mana, hasilnya apa. Kalau negatif berarti harus diulang lagi dalam beberapa hari kemudian untuk memastikan. Kalau positif diuji kembali dengan PCR (Polymerase Chain Reaction)," jelas dia saat dihubungi detikcom, Rabu (15/4/2020).



Simak Video "Mengenal Kit Reagen Tes Corona yang Stoknya Sering Habis di Lab"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)