Senin, 20 Apr 2020 07:00 WIB

Para Ahli di Eropa Sebut Gejala Corona Bisa Dilihat dari Kaki

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up Of A Womans Leg Near High Heels On Hardwood Floor Gejala virus Corona konon bisa dilihat dari kaki (Foto: istock)
Jakarta -

Sejak banyaknya kasus virus Corona dilaporkan tanpa gejala, makin sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah dirinya terinfeksi. Namun para ahli kesehatan di Eropa menyebut hal ini bisa diidentifikasi dengan hanya melihat kaki seseorang.

Dokter menemukan sejumlah pasien Corona memiliki lesi kecil di kaki mereka. Penelitian yang dimulai di Spanyol ini memperkirakan hal ini adalah gejala lain dari Corona.

Federasi Podiatris Internasional pertama kali melaporkan temuan 'lesi' pada anak laki-laki berusia 13 tahun yang terinfeksi Corona. Awalnya dokter mengira itu disebabkan oleh laba-laba tetapi pasien akhirnya mulai menunjukkan gejala virus Corona COVID-19.

Dermatologis dan podiatris kemudian melaporkan kasus serupa pada 'banyak' pasien Corona di Italia dan Prancis, demikian laporan Dewan Umum Spanyol Perguruan Tinggi Podiatris Resmi.

"Mereka adalah lesi ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas," kata dewan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Medical Daily pada Minggu (19/4/2020).

Dalam kebanyakan kasus, lesi muncul pada remaja dan anak-anak yang tertular virus Corona. Pasien dewasa dengan luka di kaki mereka dilaporkan dalam jumlah kasus yang lebih sedikit.

Penyedia layanan kesehatan di Spanyol telah diberitahu tentang potensi gejala baru virus Corona COVID-19 ini. Dewan Podiatris di negara itu mengatakan perguruan tinggi dan anggotanya harus sangat waspada karena kemungkinan ini merupakan tanda awal untuk mendeteksi virus Corona COVID-19 yang nantinya dapat membantu menghindari penularan karena adanya kasus orang tanpa gejala.

Namun, penelitian lebih lanjut tentu diperlukan untuk secara resmi menambahkan lesi kecil pada kaki sebagai daftar gejala virus Corona COVID-19. Dikatakan, bukti ilmiah belum dapat didiskusikan karena memerlukan lebih banyak waktu untuk memeriksa kasus.



Simak Video "Dear Orang Tua, Yuk Perketat Prokes Pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)