Senin, 20 Apr 2020 19:12 WIB

Pasang Alat Pacu Jantung, Berapa Sih Biayanya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Titiek Puspa Titiek Puspa mengaku menggunakan alat pacu jantung (Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Alat pacu jantung dibutuhkan oleh mereka yang memiliki penyakit jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, hingga lemah jantung. Kondisi ini membuat frekuensi detak jantung melemah, sehingga dibutuhkan alat untuk bisa membuatnya kembali normal.

"Alat pacu jantung itu fungsinya untuk menjaga detak jantung tetap berfrekuensi yang normal. Bisa mempertahankan fungsi kerja jantung, jadi intinya mempertahankan detak jantung dalam batas normal," ujar dokter ahli jantung dari Siloam Hospital Lippo Village, dr Vito A Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FAsCC, pada detikcom, Senin (20/4/2020).

Namun, pemasangan alat bantu ini ternyata butuh biaya yang mahal lho. Setiap pemasangannya, bisa menghabiskan biaya sampai puluhan hingga ratusan juta, terutama untuk yang jenis Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) dan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

"Bervariasi sih ya, pokoknya puluhan juta lah. Namun, kalau yang lebih advance seperti CRT dan ICD, itu bisa sampai 90-100 jutaan, ratusan juta lah bisa. Tergantung jenisnya pacu jantung mana yang akan dipasang," katanya.

Menurut dr Vito, meski usia tua lebih berisiko menggunakan alat ini, bukan berarti orang-orang muda tidak mungkin memakainya. Ada saja orang-orang muda yang juga diharuskan untuk menggunakan alat pacu jantung.

"Ada orang muda yang kena, karena dia kena di bagian tertentu ketika serangan jantung. Sehingga harus pake itu (pacu jantung). Orang tua juga nggak semua yang harus pake pacu jantung kan,"

"Jadi balik lagi, ya pencegahan. Kalau nggak mau pasang yang mahal-mahal, nggak mau pasang alat dalam tubuh kita ya yang paling benar pencegahan jangan sampai kena serangan jantung,"

dr Vito menyarankan untuk mulai melakukan pencegahan dengan hidup sehat, menjaga kesehatan, menjaga pola makan, menahan diri tidak makan seperti jeroan, makanan yang berlemak, merokok, hingga rajin berolahraga.



Simak Video "Pentingnya Deteksi Jantung saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)