Selasa, 21 Apr 2020 10:00 WIB

Peneliti Ungkap Beberapa Kesamaan di Antara Pasien Virus Corona yang Meninggal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pasien Corona meninggal di Papua (Wilpret Siagian/detikcom) Terdapat beberapa kesamaan di antara pasien virus Corona yang meninggal. (Foto: Pasien Corona meninggal (Wilpret Siagian/detikcom))
Jakarta -

Tim penyelidik yang berasal dari delapan institusi di China dan Amerika Serikat, termasuk Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat China di Beijing, dan Universitas California, baru-baru ini melihat data dari 85 pasien yang meninggal setelah menerima perawatan virus Corona.

Seluruh pasien yang diteliti menerima perawatan di Rumah Sakit Hanan atau Rumah Sakit Union, Wuhan, antara 9 Januari hingga 15 Februari 2020. Peneliti kemudian mengungkap serangkaian faktor yang dimiliki sebagian besar pasien yang meninggal.

Hasilnya kemudian dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine pada 3 April 2020. Analisis data berdasarkan usia mengungkapkan bahwa sebagian besar dari 85 kasus adalah orang berusia di atas 50 tahun dengan penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Rata-rata, 72,9 persen adalah laki-laki dan berusia 65,8 tahun.

"Jumlah terbesar kematian dalam kohort kami adalah pada pria di atas 50 dengan penyakit kronis yang tidak menular," catat para peneliti dikutip dari Medical News Today.

Karena upaya menyelamatkan pasien gagal, data menghimpun bahwa sebagian besar pasien mengalami kegagalan organ. Di antara gejala-gejala yang paling umum diamati, para peneliti percaya timbulnya sesak napas merupakan indikasi bahwa infeksi COVID-19 telah menjadi buruk.

Dalam hal informasi yang berpotensi relevan lainnya, tim peneliti menemukan bahwa 81,2 persen dari individu penelitian memiliki eosinofil yang sangat rendah, atau sejenis sel darah putih, yang merupakan sel imun khusus yang membantu melawan infeksi.

Di antara komplikasi yang dialami pasien saat dirawat di rumah sakit dengan COVID-19, beberapa yang paling umum adalah gagal napas, syok, sindrom gangguan pernapasan akut, dan aritmia jantung, atau detak jantung tidak teratur.

Selain itu, berikut karakteristik penyakit yang dialami oleh pasien yang meninggal:

Gejala: Gejala yang paling umum dialami oleh pasien adalah demam, sesak napas, dan kelelahan.

Komplikasi: Komorbiditas yang paling umum di antara pasien yang meninggal adalah hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung koroner. Komplikasi yang dihadapi oleh pasien adalah gagal napas, syok, sindrom gangguan pernapasan akut dan aritmia jantung.

Pengobatan: Pasien gagal merespon kombinasi obat antimikroba, seperti antibiotik, obat antivirus, imunoglobulin intravena dan interferon α2b intravena.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)