Selasa, 21 Apr 2020 17:15 WIB

Infeksi Ganda Demam Berdarah dan Corona Buat Pasien Muda Rentan Meninggal

Firdaus Anwar - detikHealth
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto Achmad Yurianto mengingatkan ancaman infeksi ganda demam berdarah dan COVID-19. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Di tengah pandemivirus Corona COVID-19, virus demam berdarah kini juga jadi ancaman di Indonesia. Beban infeksi ganda dari dua virus ini sangat mematikan, bahkan pada orang dewasa muda dengan imunitas tubuh yang baik.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, berulang kali mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap virus demam berdarah. Ini karena saat ini Indonesia sedang memasuki musim pancaroba yang biasanya ada pola terjadi peningkatan kasus infeksi demam berdarah.

"Apabila ini terjadi secara bersamaan dengan infeksi COVID-19, maka angka kesakitan akan semakin meningkat," kata Achmad Yurianto dalam video yang disiarkan BNPB pada Selasa (21/4/2020).

"Dan akan terlihat kecenderungan penderita COVID yang meninggal adalah pada usia yang masih muda," lanjutnya.

Achmad Yurianto menyarankan agar masyarakat tidak melupakan upaya pengendalian virus demam berdarah dengan rutin memberantas sarang nyamuk di rumah. Hal ini tetap bisa dilakukan sambil mematuhi anjuran physical distancing untuk menghambat penularan virus Corona.

"Bentuk kerja sama inilah yang dibutuhkan. Saling tenggang rasa inilah yang dibutuhkan. Mari kita menjadi teladan untuk menyelamatkan keluarga kita. Mari kita menjadi teladan untuk menyelamatkan tetangga kita. Mari kita menjadi teladan untuk menyelamatkan lingkungan kita," pungkasnya.



Simak Video "dr. Reisa Ingatkan Bahaya DBD di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)