Rabu, 22 Apr 2020 13:51 WIB

Kisah Gadis 12 Tahun Meninggal Usai Nekat Jalan Kaki 200 Km di Tengah Lockdown

Ayunda Septiani - detikHealth
India terapkan lockdown nasional beberapa waktu lalu. Meski dilarang keluar rumah, warga India ramai-ramai tinggalkan kota untuk kembali ke kampung halaman. Beberapa warga India nekat mudik di tengah lockdown karena wabah Corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang gadis berusia 12 tahun di India, Jamlo Madkam, meninggal setelah nekat mudik ke kampung halaman dengan berjalan kaki sejauh 200 kilometer di tengah lockdown karena wabah virus Corona COVID-19.

Seperti dilansir dari laman CNN, gadis tersebut menghembuskan napas terakhir beberapa jam sebelum tiba di kampung halamannya.

Menurut laporan tersebut, Jamlo bekerja sebagai buruh tani di ladang cabai di Desa Perur, kawasan selatan Negara Bagian Telangana. Dia berharap bisa kembali bekerja setelah lockdown diperkirakan berakhir pada 14 April lalu, tetapi kemudian diperpanjang hingga bulan Mei.

Sehari setelah perpanjangan tersebut, Jamlo bersama 11 orang lain, termasuk iparnya, memutuskan pulang ke kampung halaman mereka di Negara Bagian Chattisgarh, di kawasan tengah India, karena tidak punya uang. Mereka nekat berjalan kaki karena tidak yakin kapan lockdown akan selesai. Setelah berjalan selama tiga hari, Jamlo meninggal akibat kelelahan.

"Mereka berjalan melalui wilayah pegunungan selama tiga hari untuk menghindari polisi. Kami diberitahu bahwa Jamlo tidak makan apapun pada pagi hari itu karena merasa perutnya tidak enak dan sempat muntah. Kami menduga ada ketidakseimbangan elektrolit yang memicu kematiannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Chattisgarh, B R Pujari.

Sebanyak 11 perantau lain yang ikut dalam perjalanan itu dikarantina selama 14 hari, dan darah mereka telah di tes saat diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan pasca meninggal, petugas menyatakan Jamlo tidak terinfeksi virus Corona.

Pemerintah India memberlakukan lockdown pada 25 Maret lalu untuk menekan penyebaran virus Corona. Hal itu membawa dampak negatif terhadap sejumlah perantau yang mencari nafkah di kota besar.

Karena tempat mereka bekerja tutup akibat lockdown, para perantau tersebut banyak yang memutuskan pulang kampung karena tidak mampu membayar sewa tempat tinggal di kota.

Sebagian besar pemudik harus berdesakan di dalam bus yang jumlahnya terbatas dan mengabaikan aturan menjaga jarak.

Sedangkan yang lainnya, seperti Jamlo, terpaksa berjalan kaki untuk sampai ke kampung halaman mereka.



Simak Video "Presiden Larang Mudik, BNPB: 43% Pasien Positif COVID-19 Tanpa Gejala"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)