Rabu, 22 Apr 2020 17:58 WIB

CDC di AS Ingatkan Gelombang Kedua Pandemi Corona Bisa Lebih Mematikan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
A man wearing a face mask walks in downtown Madrid, in Spain, Wednesday, March 18, 2020. Spain will mobilize 200 billion euros or the equivalent to one fifth of the countrys annual output in loans, credit guarantees and subsidies for workers and vulnerable citizens, Prime Minister Pedro Sánchez announced Tuesday. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Manu Fernandez) Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperingatkan bahwa gelombang kedua pandemi virus Corona COVID-19 bisa menjadi lebih mematikan daripada saat ini.

"Ada kemungkinan bahwa virus pada musim dingin di tahun depan akan menjadi lebih sulit daripada yang baru saja kita rasakan," kata Direktur CDC Robert Redfield seperti dikutip dari New York Post.

"Dan ketika saya mengatakan ini kepada orang lain, mereka hanya memalingkan wajah dan tidak mengerti apa yang saya maksud," lanjutnya.

Menurutnya para pejabat negara di pemerintahan perlu mempersiapkan skenario terburuk untuk beberapa bulan ke depan. Terlebih jika kebijakan untuk tetap di rumah akan dicabut, sebaiknya para pejabat tetap menekankan pentingnya menjaga jarak dan mencuci tangan secara rutin.

Mengutip data dari Johns Hopkins University pada Rabu (22/4/2020), sebanyak 2.573.143 orang telah terinfeksi virus Corona COVID-19 dan 177.602 di antaranya meninggal dunia.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)