Jumat, 24 Apr 2020 08:57 WIB

Bolehkah Kelompok Rentan Terinfeksi Corona Berpuasa Penuh Saat Ramadhan?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan Beberapa orang rentan mengidap kondisi parah dari infeksi COVID-19 sehingga disarankan tak puasa. (Foto: iStock)
Jakarta -

Berpuasa di bulan Ramadhan wajib bagi seluruh umat Muslim. Namun Ramadhan tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena adanya pandemi virus Corona sehingga beberapa kegiatan seperti salat tarawih berjamaah di masjid dan buka puasa bersama dihentikan sementara.

Meski hukumnya wajib, ada beberapa kelompok orang yang rentan terinfeksi virus Corona. Mereka dianjurkan tidak berpuasa terlebih jika menunjukkan gejala COVID-19 sehingga melemahkan sistem imun mereka.

Banyak pasien COVID-19 yang bergejala berat memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya. Oleh sebab itu beberapa kelompok rentan disarankan menunda puasa. Mengutip Mirror.co.uk, kelompok tersebut antara lain:

1. Lansia usia 70 tahun ke atas

2. Memiliki kondisi kesehatan yang mendasari terutama penyakit asma, PPOK, bronkitis, penyakit jantung kronis, gagal jantung, Parkinson, multiple sclerosis, cerebral palsy, atau diabetes.
3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pasien HIV/AIDS dan pengidap kanker.
4. Ibu hamil

"Karena itu, kami dengan tulus menyarankan umat Muslim untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan mereka dan mendiskusikannya dengan dokter mengingat adanya pedoman baru yang berbasis bukti tentang COVID-19 dan kondisi kesehatan kronis," kata Dr Asim Yusuf, ketua British Board of Scholars dan konsultan untuk National Health Security (NHS) Inggris.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam laman resminya menyebut siapa pun yang mengidap kondisi medis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker, disarankan tidak menghadiri pertemuan apapun selama Ramadhan dan disarankan sangat menjaga tubuh karena kelompok tersebut rentan terhadap penyakit parah dan kematian akibat COVID-19.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)