Sabtu, 25 Apr 2020 08:00 WIB

Dokter AS Temukan Pasien Corona Alami Silent Hypoxia, Kondisi Apa Itu?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Memeriksa x-ray paru=paru manusia Dokter AS menyebut sebagian pasien Corona mengalami silent hypoxia. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Dokter di Amerika Serikat menemukan beberapa pasien Corona COVID-19 mengalami silent hypoxia, kondisi saat mereka kekurangan pasokan oksigen tanpa disadari. Kondisi ini disebut menyebabkan sel dan jaringan tubuh terganggu dalam menjalankan fungsi normalnya dan bisa merusak beberapa organ tubuh.

dr Richard Levitan, seorang praktisi medis darurat di New York City menemukan pasien yang paru-parunya berisi cairan atau nanah tetapi tidak mengalami gangguan pernapasan sebelum tiba di rumah sakit.

Dalam wawancaranya bersama New York Times, dr Levitan menjelaskan pasien ini tak sadar bahwa mereka terinfeksi virus Corona dengan kondisi kritis karena kadar oksigen yang rendah dalam tubuh mereka terjadi tanpa adanya 'peringatan' atau masalah pernapasan yang dirasakan.

"Dan inilah yang benar-benar mengejutkan kami. Pasien-pasien ini tidak melaporkan sensasi masalah pernapasan, meskipun hasil rontgen dada mereka menunjukkan pneumonia dan oksigen mereka di bawah normal. Bagaimana mungkin?" kata dr Levitan, dikutip dari The Sun dan ditulis Sabtu (25/4/2020).

Menurut dr Levitan kondisi silent hypoxia terjadi tanpa disadari saat pasien sudah memasuk stadium lanjut. Mereka pun tak merasakan adanya sesak napas.

"Mereka memiliki kadar oksigen yang sangat rendah dan pneumonia sedang hingga berat (seperti yang terlihat pada rontgen dada)," kata dr Levitan.

"Saturasi oksigen normal bagi kebanyakan orang di permukaan laut adalah 94 persen hingga 100 persen, pasien pneumonia COVID-19 yang saya lihat memiliki saturasi oksigen serendah 50 persen," ungkapnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)